Kematian TKI, Ungkap Perdagangan Manusia di NTT

Kabarnusantara.net – Kematian Dolfina Abuk, TKI asal NTT di Malaysia menambah jumlah korban perdagangan manusia asal NTT. Selain Dolfina, Ferdinandus dan Andreas mengalami nasib yang sama di Malaysia. Mereka pulang hanya tinggal nama dan membawa duka kepada keluarga.

Ferdinandus Bakok, tertembak di Malaysia. Ia berangkat melalui proses yang ilegal, artinya ada resiko tertangkap aparat. Sementara berurusan dengan aparat di malaysia saat itu dianggap sama saja berurusan dengan kematian atau perlakuan kasar.

Selain Ferdi, ada pula TKI lain yang pulang tinggal nama.
Andreas, bekerja sebagai satpam di Malaysia. Ia meninggal akibat tertembak di kepala dengan bekas luka jahitan di sekujur tubuhnya.

“Ada lubang satu di kepala dan di tempat lainnya kami tidak sempat buka. Kami takut buka,”ungkap salah satu keluarga Andreas seperti disiarkan Metrotv dalam acara Realitas pada Senin (23/5) malam.

Jenasah Andreas dan Ferdinandus saat dipulangkan memang belum sempat diotopsi ulang, sehingga dugaan atas hilangnya organ tubuh tidak bisa keluarga laporkan.

Namun keluarga Dolfina justru berbeda, mereka mendesak kepolisian untuk melakukan otopsi ulang pada jenazah Dolfina.
Melalui Kuasa hukumnya, Adrianus Magnus Kobesi, keluarga Dolfina mendesak pemerintah untuk melakukan otopsi.

” Untuk menemukan kejanggalannya kami mendesak kepolisian untuk melakukan otopsi ulang,” tegas Adrianus

Banyak yang berharap pemerintah membuka mata terhadap persoalan perdagangan orang di NTT dan perlindungan TKI di luar negeri. Kasus kematian para TKI seringkali terjadi.

Salah satu pemerhati sosial di Manggarai-NTT, Pastor Edigius Menori, menegaskan agar pemerintah bertanggungjawab terhadap persolan human trafficking.

“Saya ngomong tegas, pemerintah tahu ini. Ini bukan tersembunyi, tapi perlu sebuah keberanian. Perlu persamaan persepsi. Pemerintah saya kira tidak hanya memahami human trafficking secara normatif-adminiatratif. Perlu langkah berani dari pemerintah juga pihak kepolisian. Kepolisian tahu lah,” ujar Pastor yang bertugas di Manggarai-NTT ini.

Kematiann Dolfina Abuk, Andreas dan Ferdinandus serta TKI lainnya hanyalah segenlitiran dari sekian banyak kasus dugaan perdagangan orang dan dugaan penjualan organ tubuh di wilayah Nusa Tenggara Timur. (Hipatios/KbN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password