Tour de Flores (TdF) Menyisakan Persoalan?

loading...

Kabarnusantara.net – Selama satu minggu terakhir, 18-23 Mei 2016, telah dilakukan kegiatan Tour de Flores (TdF). Kegiatan itu dimulai dari ujung timur hingga ujung barat pulau Flores. Kegiatan tersebut bertaraf internasional karena diikuti para pembalap sepeda dari berbagai negara.

Tujuan kegiatan adalah ajang perlombaan balap sepeda tingkat internasional. Dengan kegiatan tersebut, para pembalap dari berbagai negara bisa menunjukkan kemampuan dan kelincahannya untuk menaklukkan lintasan Flores yang rumit, terjal dan berliku.

Tujuan lain dari kegiatan itu adalah ajang promosi bagi pulau Flores terhadap dunia luar. Dengan kegiatan tersebut, para turis lokal maupun internasional bisa semakin mengenal dan mengetahui tentang Flores. Pada titik ini, kegiatan tersebut sangat membantu Pemerintah Daerah (Pemda). Karena dapat meningkatkan devisa atau pendapatan bagi daerah dengan kehadiran turis yang semakin banyak.

Namun sayang, kegiatan tersebut menyisahkan sebuah persoalan rumit yaitu masalah ketiadaan anggaran bagi penyelengaraan. Hingga hari pelaksanaan kegiatan, anggaran atas kegiatan tersebut tidak jelas. Tidak ada kucuran dana dari pemerintah pusat terhadap Pemda untuk menunjang dan menyukseskan pelaksanaan kegiatan tersebut. Akibatnya Pemda-Pemda di daratan Flores harus berhutang ke berbagai pihak untuk membiayai kegiatan itu.

Dalam pelaksanaannya, Pemda Kabupaten dan Pemda Propinsi mengalokasikan anggaran khusus untuk pelaksanaan TdF. Masing-masing Pemda kabupaten mengalokasi hampir satu milliar rupiah, sedangkan daerah propinsi sebesar 4 miliar. Dana yang dialokasi pemerintah kabupaten digunakan untuk gala dinner, Sewa Sound System, penginapan, pengamanan dan kesenian. Sementara dari pemerintah propinsi digunakan untuk uang juara dan kebutuhan yang lebih besar.

Masalahnya dana tersebut belum dimasukan dalam rancangan APBD tahun 2016 yang sedang berjalan. Oleh karena itu, maka perlu diusulkan lagi dalam APBD perubahan. Sambil menunggu APBD perubahan, pemerintah berhutang ke pihak swata.

Untuk membantu pemerintah daerah, pemerintah pusat diharapkan mengalokasikan anggaran khusus untuk kegiatan Tour de Flores yang sedang berlangsung. Dana itu nantinya akan menggantikan utang pemerintah daerah. Lagipula Tour de Flores adalah kegiatan nasional yang dilaksanakan di daerah Flores.

Di sisi lain, pemerintah dalam kegiatan kegiatan serupa di masa mendatang, harus disiapkan dan direncanakan dengan benar. Masalah anggaran sudah harus jelas dari awal. Jika memang kegiatan tersebut sebagai program pemerintah pusat maka pemerintah pusat harus sertakan anggarannya. Jangan membebankan ke Pemda untuk membiayai program tersebut. Kecuali jika program tersebut sebagai kegiatan Pemda. Masalah ketiadaan anggaran sebagaimana terjadi saat ini hendaknya tidak terulang kembali di masa mendatang. (Redaksi/ KbN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password