breaking news New

Anggota DPR dari Partai Demokrat Tertangkap Tangan KPK

Jakarta, kabarnusantara.net – Komisi Pemberantasan Korupsi kembali menangkap Anggota DPR RI dari Fraksi Partai Demokrat, I Putu Sudiartana kemarin (28/6). Putu ditangkap KPK terkait kasus Suap dalam proyek infrastruktur jalan raya di Sumatera Barat.

Komisioner KPK, dalam konferensi pers malam ini (29/6) di Gedung KPK menyatakan bahwa dugaan korupsi yang menyeret anggota DPR, Putu Sudiartana, masih dipelajari.

“Memang masih dalam penelitian dan sedang dipelajari sekarang  karena yang bersangkutan memang bertugas bukan di komisi yang mengurusi tentang jalan dan tata ruang. Oleh karena itu, kami sedang mendalami, mengapa misalnya kepala dinas, beberapa pengusaha, menyerahkan uang  itu kesana”Ungkap La Ode

Korupsi dengan modus baru tersebut dikuatkan dengan barang bukti  berupa 40.000 uang dollar singapura dengan pecahan 1000 dan 100.000.000 uang rupiah.

“Yang berikutnya, mengenai transfer. Memang modusnya agak berbeda. Yang biasanya dengan cash, kali ini diperintahkan untuk transfer ke sejumlah rekening. Pada saat setelah transfer itulah, penyidik-penyidik kpk mengamankan. Dan ketika diamankan itu di rumah tersangka juga ditemukan uang yang dalam bentuk 40 ribu dollar singapure dengan pecahan 1000,”papar La ode

Lucius Karus, Pengamat Formappi, mengungkapkan banyakanya keanehan dalam kasus Korupsi  yang menyeret anggota DPR dari Partai Demokrat tersebut.

“Masih banyak keanehan yang butuh penyelidikan lebih lanjut, misalnya anggota komisi III kok berurusan dengan  jalan raya. Anggota komisi yang mestinya berurusan  dengan hukum dan HAM, mengurusi infrastruktur,” ungkap Lucius

Modus baru menggunakan transfer, tambah Lucius, menunjukkan bahwa DPR tidak takut melakukan korupsi.

kok anggota DPR tidak takut, padahal mereka tahu peralatan sudah begitu canggih tapi mereka masih melakukan. Jadi bisa kita katakan bahwa tidak mereka tidak punya kreatifitas,”lanjutnya dalam acara Prime Time News di MetroTv malam ini (29/6).

Menurut Lucius, kasus korupsi dengan nominal kecil ini dilakukan karena tuntutan kebutuhan tambahan menjelang lebaran.

“Menjelang lebaran seperti ini memang butuh dana tambahan, sehingga jumlahnya juga tidak signifikan untuk korupsi proyek yang mencapai 300 Milliar,”tutupnya. (But/D’obet/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password