breaking news New

Kasus Serius WNI di luar Negeri

Kabarnusantara.net –  Permasalahan WNI di luar negeri seakan tak pernah berhenti. Hasil rangkuman kabarnusantara.net dari berbagai sumber menunjukkan permasalah serius yang harus dihadapi Pemerintah untuk membebaskan Warga Negara Indonesia di luar negeri.

Mulai dari kasus hukum hingga insiden penyanderaan mendesak pemerintah untuk lebih serius dalam memperjuangkan keselamatan WNI di luar negeri.

Pada 15 Juni 2016 lalu, Kementerian Luar Negeri menyatakan sekitar 208 warga negara Indonesia terancam hukuman mati di sejumlah negara.

“Per tahun 2016, ada 208 WNI terancam hukuman mati di seluruh dunia. Di Malaysia ada 154. Sebagian besar yang terancam hukuman di luar negeri kasusnya adalah pembunuhan dan narkoba. Kita selalu mengupayakan sesuai jalur-jalur hukum yang ada dan menghormati hukum berlaku di negara setempat. Itu adalah prinsip yang kita pegang dalam upaya membantu dan membebaskan WNI terancam hukuman mati,” kata Arrmanatha Nasir seperti diberitakan voaindonesia.com.

Direktur Eksekutif The Indonesian Human Rights Monitor (Imparsial) Al Araf menilai penerapan hukuman mati yang masih dilakukan pemerintah Indonesia justru telah memperlemah posisi tawar Indonesia dan minimnya dukungan internasional terhadap perlindungan WNI yang terancam hukuman mati di luar negeri. Pemerintah, kata Al Araf, seharusnya meninjau ulang hukuman mati yang selama ini diterapkan sebagai solusi kejahatan yang dianggap serius.

Selain terjerat kasus hukum, kasus lain yang harus ditangani serius adalah penyanderaan dan penculikan WNI oleh kelompok yang tidak bertanggungjawab.

Selama 5 bulan terakhir saja terjadi empat kali penculikan dan penyanderaan terhadap WNI di luar negeri.

Insiden penculikan pertama dan kedua terjadi pada Maret dan April lalu, berakhir baik dengan bebasnya 14 WNI. Insiden penculikan ketiga terjadi pada pertengah Juni lalu, dimana tujuh WNI diculik dan disandera dari perairan Filipina. Yang terakhir adalah Kejadian penculikan yang  terjadi pada Sabtu (9/7) sekitar pukul 23.30 waktu setempat terhadap kapal pukat penangkap ikan berbendera Malaysia.

Dalam insiden terakhir, kapal Malaysia itu dicegat oleh speed boat yang dinaiki oleh lima pria bersenjata. Dari tujuh kru kapal, hanya tiga orang yang diculik yang semuanya adalah WNI.

Kejadian penculikan yang keempat  kalinya diduga dilakukan oleh oleh kelompok yang diduga terhubung dengan kelompok militan Abu Sayyaf di wilayah Filipina selatan dan yang beroperasi di perairan Sabah, Malaysia.(HIP/KbN)

21 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password