breaking news New

Santoso Tewas, 19 Orang Lagi Belum Tertangkap

Jakarta, kabarnusantara.net – Kepala Polda Sulawesi Tengah Brigadir Jenderal Rudy Sufahriadi memaparkan kronologi baku tembak di Tambarana kemarin sore yang menewaskan gembong teroris Santoso kemarin. Seorang anak buah Santoso juga ikut tewas ditembak petugas dalam insiden ini.

Menurut Rudi, baku tembak itu berawal dari patroli Tim Alpha, bagian dari Operasi Tinombala. Tim ini merupakan gabungan TNI-Polri yakni Tim Alpha 92, Batalyon 515 dan Kostrad.”Mereka mendapati lima orang bersenjata diduga DPO (Daftar Pencarian Orang) berjarak 20-30 meter,” kata kata Rudy di Kompleks Istana Kepresidenan, Selasa (19/7).

Saat hendak didekati, mereka melepaskan tembakan. Tim segera membalas tembakan sehingga baku tembak terjadi. 

Dalam baku tembak inilah dua orang dari kelompok bersenjata itu tewas. Salah satunya adalah Santoso alias Abu Wardah. Gembong teroris paling dicari ini adalah pemimpin Mujahidin Indonesia Timur yang menyatakan diri bergabung dengan ISIS.

Satu jenazah lainnya sempat disebutkan sebagai Basri alias Bagong, orang kepercayaan Santoso. Namun belakangan, jenazah tersebut dikenali bernama Muhtar yang juga salah satu anak buah Santoso.

Tiga orang yang lolos tersebut diduga adalah Jamiatun Muslim alias Atun alias Bunga alias Umi Delima (istri Santoso), Nurmi Usman alias Oma (istri Basri), dan satu lelaki.

Ketiganya berhasil kabur disebabkan faktor cuaca. Mereka berada di pinggir kali. “Ketika ditembak dua, tiga lainnya belum bisa ditangkap tapi melarikan diri,” ujar mantan Kapolres Poso ini.

Dia memastikan jajarannya terus mencari ketiga orang ini dan 16 orang lain yang dipimpin Ali Kalora. Total diperkirakan masih ada 19 orang anggota kelompok Santoso yang belum tertangkap.

Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian mengatakan, operasi Tinombala bakal terus dilakukan sampai seluruh kelompok teroris di kawasan Poso berhasil dilumpuhkan.

Sumber: CNN

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password