breaking news New

Erdogan Berlakukan Keadaan Darurat Selama 3 Bulan

Kabarnusantara.net – Presiden Turki telah memberlakukan keadaan darurat selama tiga bulan menyusul kudeta militer yang gagal pada Jumat malam (15/07).

Di istana kepresidenan di Ankara, Recep Tayyip Erdogan berjanji bahwa “semua virus dalam angkatan bersenjata akan dibersihkan”.

Dia memuji mereka yang tewas berjuang melawan kudeta sebagai “martir”. Sekitar 246 orang tewas dalam aksi menolak kudeta tersebut. 

Erdogan mengumumkan keadaan darurat setelah mengadakan pertemuan bersama dewan keamanan nasional Turki dan kabinet di ibukota.

Dalam pidato nasional yang disiarkan televisi, Rabu (20/07) malam waktu setempat, Presiden Erdogan mengatakan keadaan darurat memungkinkan pemerintah mengejar orang-orang yang bertanggung jawab atas kudeta, yaitu pendukung ulama Turki di Amerika Serikat, Fethullah Gulen.

Presiden Erdogan mengatakan kemenangan demokrasi adalah titik balik sejarah Turki.

Erdogan sebelumnya memperingatkan masih akan ada penangkatan dan pemberhentian ketika aparat keamanan menginterogasi puluhan ribu orang yang ditahan atau diskors.
Mereka ini berasal dari jajaran militer, PNS, dan lingkungan pendidikan.

Mereka yang ditahan termasuk 99 perwira tinggi militer yang sekarang secara resmi dikenai dakwaan.

Hingga kini lebih dari 50.000 orang ditangkap, dipecat atau diberhentikan sementara.

Pihak berwenang Turki juga melarang semua akademisi pergi ke luar negeri dalam rangka pembersihan pegawai negeri yang dicurigai terkait atas upaya kudeta tersebut. 

“Langkah ini sama sekali tidak bertentangan dengan demokrasi, hukum dan kebebasan,” kata Erdogan setelah mengumumkan keadaan darurat.

Upaya ‘pembersihan’ di Turki meluas sampai ke aparat sipil.

Sedang para akademisi yang saat ini berada di luar negeri untuk bekerja atau belajar diminta untuk kembali ke Turki sesegera mungkin.

Sejauh ini sekitar 1.577 dekan, 21.000 guru, dan 15.000 pejabat Kementerian Pendidikan sudah diminta mengundurkan diri.

Mereka dicurigai terkait dengan Fethullah Gulen, yang dituduh sebagai otak di balik upaya kudeta. 

Pemerintah juga telah mencabut mandat pers 34 wartawan yang terhubung ke Mr Gulen. (Hip/KbN)

Sumber: BBCNews 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password