breaking news New

Dua Teroris Berteriak “ISIS” Saat Misa Berlangsung dan Membunuh Pastor Paroki

Kabarnusantara.net – Peristiwa mengenaskan itu baru saja terjadi pada 26 Juli, di dalam Misa pagi hari pukul 09.00 di Gereja Saint-Etienne-du-Rouvray di dekat kota Rouen di wilayah Normandi.

Ketika Misa berlangsung, dua teroris masuk Gereja dan meneriakkan “Islamic State”, kemudian menahan Pastor Paroki, seorang biarawati dan 2 umat paroki.

Menurut sumber “Le Figaro”, Imam yang tengah merayakan Misa (Pst Jacques Hamel/86 tahun) digorok lehernya oleh para teroris itu. Selain pastor paroki, seorang umat paroki juga digorok lehernya sampai mati. Sementara 1 umat paroki lainnya berada dalam kondisi parah antara hidup dan mati. Polisi Perancis berhasil menangkap para teroris itu berkat telpon dari biarawati yang berhasil melarikan diri.

Wilayah Normandi dan khususnya la Seine-Maritime merupakan wilayah paling Katolik di Perancis. Ibukotanya, Rouen, memang disebut sebagai “Kota dari Seratus Lonceng”.
Mgr. Dominique Lebrun, Uskup Agung Rouen, telah segera meninggalkan Krakow, di mana tengah berlangsung World Youth Day, untuk kembali ke Perancis. Beliau berkata: “Yang dibunuh adalah salah seorang dari kita. Padre Hamel adalah imam lansia, orang beriman diantara umat beriman. Ia merayakan Misa pada pagi hari ini dengan beberapa umat, diantaranya sepasang suami-istri. Kami tidak mau menggunakan senjata-senjata lain selain persaudaraan dan kasih.”

Dua pria bersenjata menyandera sejumlah orang di dalam Gereja Saint Etienne du Rouvray di Kota Rouen, sekitar 125 kilometer dari Paris, Prancis.

Seperti diberitakan BBC, Selasa, 26 Juli 2016, saat dua pria bersenjata memasuki gereja, di dalamnya terdapat sejumlah orang, termasuk pastor, biarawati serta beberapa umat dan dua di antara korban penyanderaan dilaporkan tewas dibunuh.

Dengan sebilah pisau, kedua pria itu menyandera beberapa orang di Saint Etienne du Rouvray. Media lokal melaporkan ada sedikitnya enam orang yang disandera, termasuk pastor dan biarawati.

“Satu orang sandera berhasil kabur dan membunyikan tanda bahaya,” tulis media lokal, seperti dikutip dari The Guardian, Selasa (26/7).

Para pelaku sendiri memasuki gereja di kawasan Saint-Etienne-du-Rouvray ketika sedang dilakukan misa harian, lalu menyandera Pastor Fr Jacques Hamel, 84, dan beberapa orang lainnya.

Menurut televisi Prancis, suara tembakan terdengar setelah polisi tiba di tempat kejadian peristiwa (TKP). Dua penyandera itu sekarang telah tewas.

Juru bicara kementerian dalam negeri Prancis, Pierre-Henri Brandet, mengatakan bahwa motif serangan belum diketahui, namun penyidikan kasus ini dipimpin oleh jaksa anti-teror. Perdana Menteri Prancis Manuel Valls jelas mengecam serangan gereja itu: “Seluruh Prancis dan umat Katolik terluka. Kami akan tetap bersatu,” tulisnya di Twitter.

Uskup Rouen, Dominique Lebrun, yang sedang berkunjung ke acara perkumpulan Katolik di Polandia, mengatakan: “Gereja Katolik tidak bisa mengangkat senjata, kecuali doa dan persaudaraan.”(Hip/KbN)

18 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password