breaking news New

ANAK HARI

 

Anak hari…

Lihatlah ke bukit tinggi

Tidakkah kau tontoni julangan tinggi mencakar langit…?

Kenapa pula kau masih berlagak pandai

Dari petani penghidang nasi…

Asal kau mengerti saja.

 

Kau hebat, tapi tak sehebat

Ibumu menanak nasi, dengan kayu tak berbara…

Tapi kau di sana memasak tak berapi, koin pun habis

Badan suci tergadaikan…

Asal kau mau sadar.

 

Cita-citamu, mengangkasa

Namun jadwal dihidang waktu tersirat cat merah

Penyuara ketiadaanmu…

Dosenmu menggerutu…

Akhir semester geleng kepala

 

Tanyaku…

Anak hari…berilmukah yang kau mau…?

Mengapa mentari tak kau syukuri

Berhari-hari menerangi tanpa digaji pak mentari?

Sampai kapan lakumu terpuji bersemi di seluruh negeri…?

 

Oleh: Dominikus Siong,

Mahasiswa  STF WIDYA SASANA-Malang

191 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password