breaking news New

Lulus Tes Masuk STEM Akamigas, Korneles Dinyatakan Gugur  Saat Registrasi Ulang

Maluku, Kabarnusantara.net – Korneles Maranatha Arbol (17), merasa terpukul dengan kebijakan panitia penerimaan mahasiswa baru Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Siswa kelas XII IPA 1 SMA Negeri Unggulan Saumlaki Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Provinsi Maluku tersebut adalah salah satu siswa  yang mendaftarkan diri secara online sebagai calon mahasiswa Tahun Akademik 2016/2017 melalui jalur penerimaan beasiswa.

Korneles telah mengikuti proses pendaftaran mulai dari seleksi berkas sampai tes wawancara. Pada 04 Mei 2016, Korneles mengirim berkas pendaftaran berdasarkan persyaratan dalam surat edaran STEM Akademik, Nomor : 04.Ed./69.02/BDA/2016 tertanggal 01 Februari 2016, melalui email ke  [email protected].

Setelah berkas diproses oleh STEM Akamigas, Korneles dinyatakan diterima dan diminta untuk melakukan tes wawancara pada tanggal 20 Mei 2016 di Cepu-Blora, Jawa Tengah. Setelah diwawancara,  Korneles dinyatakan lulus berdasarkan bukti yang dikirim oleh STEM Akamigas pada tanggal 4 Juni 2016 melalui email.

Tetapi, saat Korneles hendak melakukan registrasi ulang, secara sepihak STEM Akamigas menggugurkan nama Korneles dengan alasan bahwa Korneles dinyatakan gugur, tanpa menunjukkan surat keputusan apapun kepada Korneles. Sikap STEM Akamigas lantas mengundang reaksi kemarahan dari pihak korban dan keluarga.

Jhon Arbol, ayah kandung Korneles, menyayangkan sikap pihak STEM  Akamigas yang juga merupakan Perguruan Tinggi Milik Negara.

“bukankah sepatutnya perguruan tinggi yang merupakan milik negara mesti memberi warna pendidikan yang jujur dan transparan, sehingga tidak terkesan tebang pilih dalam menerima mahasiswa,” ujar Jhon Arbol

Menurut ayah kandung Korneles, tindakan tersebut membunuh karakter anaknya dan karena itu ia akan menempuh jalur hukum untuk menuntut keadilan.

“Jujur saja, tindakan STEM   Akamigas telah membunuh karakter anak kami (Korneles). Apalagi dengan usianya yang berumur 17 Tahun. Anak kami sangat terpukul. Inilah yang sangat disesalkan oleh keluarga terhadap pihak STEM Akamigas, dan kami akan segera menempuh jalur hukum demi keadilan kami orang kecil,” tegas Jhon Arbol. (Hip/KbN)

 

6 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password