breaking news New

Andre Garu : Pemuda Harus Menjadi Penjaga Pilar Bangsa

Ruteng, kabarnusantara.net – Belakangan ini, pilar-pilar bangsa tergerus oleh berbagai faktor. Salah satunya adalah kuatnya arus globalisasi. Globalisasi membawa masyarakat tercerabut dari lingkungannya atau bangsanya. Globalisasi menyebabkan memudarnya rasa cinta warga terhadap tanah air dan nilai-nilai luhur bangsa.

Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengajak para pemuda agar menjadi pelopor dalam menjaga pilar-pilar bangsa. Pemuda harus menjadi garda terdepan untuk menjaga pilar-pilar bangsa. Jika pemuda abai atau luntur rasa cinta akan nilai-nilai luhur bangsa maka bangsa ini tinggal menunggu waktu untuk hancur.

“Kita semua sebagai anak bangsa harus punya spirit dan semangat yang sama seperti dilakukan para pemuda 28 Oktober 1928 dulu,” kata Adrianus di Ruteng, Jumat (29/7).

Andre, sapaan akrab Adrianus Garu mengajak para pemuda tidak larut dalam pengaruh globalisasi. Para pemuda harus menjadi ‘dirinya sendiri’, ‘apa adanya’ dan tidak menyembah budaya lain yang sesungguhnya bukan warisan bangsa Indonesia.

“Kita tidak menentang globalisasi karena itu sebuah keniscayaan zaman. Namun kita jangan sampai menyembah berhala terhadap globalisasi. Jangan karena pengaruh kenikmatan yang ditawarkan zaman tersebut, kita melupakan nilai-nilai luhur kita, baik di tingkat lokal maupun di tingkat nasional,” tutur anggota Komite IV DPD ini.

Menurutnya, semangat Sumpah Pemuda harus menjadikan spirit bagi semua anak bangsa untuk menjaga pilar-pilar bangsa. Empat pilar bangsa yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhineka Tunggal Ika, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) harus melekat (embeded) dalam pribadi setiap anak bangsa.

Dia mencermati dalam perkembangan anak muda sekarang, baik di tingkat lokal maupun di tingka nasional, ada kecenderungan untuk meninggalkan nilai-nilai lama karena dianggap usang. Padahal, nilai-nilai itu adalah warisan leluhur yang sarat makna. Dalam konteks kenegaraan, empat pilar negara mulai ditinggalkan masyarakat. Fakta ini akan memudahkan bangsa ini jatuh karena nilai-nilai dasarnya sudah ditinggalkan warganya.

“Ini tidak boleh terjadi. Para pejuang dulu bersusah payah membangun negara ini. Kita harus ingat semangat mereka. Sumpah Pemuda harus benar-benar sebagai refleksi bagi kita semua,” tegas mantan anggota DPRD Kabupaten Manggarai ini.

Dia menilai pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan dewasa ini cenderung menurun. Bahkan ada keengganan generasi muda untuk memperkuat pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan. Hal ini tentu akan berbahaya bagi kelangsungan bangsa. Kemerdekaan yang diraih 70 tahun lalu bisa hilang begitu saja jika nilai-nilai dasar bangsa tidak dipahami generasi muda.

“Penting sekali mengisi kemerdekaan dengan memperkuat nilai-nilai kebangsaan. Kita jangan hanya isi kemerdekaan dengan mengejar kepentingan kita sendiri atau mencari kekayaan sebanyak-banyaknya,” tuturnya.

Dia memuji program MPR yang terus menggelorakan program empat pilar. Dengan program itu diharapkan bisa membangkitkan semangat dan pemahaman terhadap nilai-nilai kebangsaan. Apalagi sekarang tidak ada lagi penataran Pancasila seperti pada zaman Orde Baru.(Mart/KbN)

3 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password