breaking news New

Lagi, Trump Tegaskan Obama Adalah Pendiri ISIS

​Jakarta, Kabarnusantara.net – Donald Trump memicu kontroversi ketika hari Rabu lalu mengatakan Presiden Barack Obama adalah pendiri kelompok militan ISIS, dan sehari kemudian menolak memberi interpretasi lain atas pernyataannya itu, dan justru membuat penegasan.

“Dia (Obama) adalah pendirinya … Cara dia keluar dari Irak mendorong terbentuknya ISIS,” kata Trump saat diwawancarai penyiar radio Hugh Hewitt, Kamis (11/8) waktu setempat.

Hewitt ketika itu memberi kesempatan bagi Trump untuk mengklarifikasi pernyataan sebelumnya.

“Saya tahu maksud Anda, bahwa dia telah menciptakan kevakuman (kekuasaan di Irak) sehingga dia gagal menciptakan perdamaian,” kata Hewitt.

Namun hal itu langsung dibantah oleh Trump, calon presiden dari Partai Republik.

“Bukan, maksud saya adalah dia memang pendiri ISIS, saya serius,” tegas Trump.

Dalam soal ISIS, masih menurut Trump, Obama dan Hillary Clinton layak mendapat penghargaan sebagai ‘pemain paling bernilai’ atau the most valuable player mengambil analogi dari dunia olah raga.

“Dia adalah the most valuable player – saya akan memberinya penghargaan the most valuable player. Dan saya juga akan memberikannya ke (Clinton).”

Trump memang mengakui bahwa dasar argumennya adalah kalau Obama bertindak dengan benar soal kebijakan di Timur Tengah, maka ISIS tidak akan pernah ada, namun lagi-lagi mengulangi frase: “Karena itulah, dia merupakan pendiri ISIS.”

ISIS, atau Islamic State of Iraq and Syria, awal mulanya terbentuk pada era invasi Amerika di Irak pada 2003, jauh sebelum Obama menjadi presiden.

Kelompok ini disebut-sebut sebagai sempalan al-Qaida, yang dituduh Amerika melakukan serangan mematikan 11 September 2001 di sejumlah kota Amerika, khususnya New York.

Pendirinya adalah Abu Musab al-Zarqawi, militan asal Yordania yang kemudian terbunuh dalam serangan udara AS di Baghdad pada 2006. Obama menjadi presiden pada 2008.

Tuduhan pertama Trump bahwa Obama adalah pendiri ISIS dilayangkan Rabu malam saat berkampanye di Sunrise, Florida.

“ISIS menghormati Presiden Obama. Dia adalah pendiri ISIS. Dia mendirikan ISIS. Dan bisa saya katakan sebagai sesama pendiri (co-founder) adalah Hillary Clinton yang tercela,” kata Trump saat itu.

Dalam kesempatan tersebut, Trump juga beberapa kali menyebut nama lengkap presiden, Barack Hussein Obama.

Clinton, lawan Trump dari Partai Demokrat, segera menjawab tudingan itu lewat pernyataan tertulis.

“Mungkin sulit untuk marah begitu sering akibat ulah Donald Trump, namun hinaannya terhadap Presiden Obama butuh itu,” tulisnya.

“Bukan, Barack Obama bukanlah pendiri ISIS. Siapa pun yang mau menempatkan dirinya begitu rendah dan begitu sering harus dilarang menjabat sebagai panglima tertinggi kita.”(Berbagai Sumber/RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password