breaking news New

TEMBOK PUTIH PUN BINGUNG

Dinding melelehkan air mata

pipi layu layaknya bunga-bunga

ketika senja tiba pun malam tak bertuan

merasuki wajah-wajah kantor

 

lantai-lantai menjerit-jerit ketika

sepatu hitam, baju berdasi menginjak,

sebab terlalu berat sepatunya,

berat bukan karena tubuhnya

uang rakyat di saku baju, celananya

 

suara tembok putih tak terdengar

atau sengaja tak mau didengar karna

terlalu sibuk mengadu atau

bertarung lidah antar-kelompok, partai, demi,

gensi membengkak seperti gemunung

menggundahkan rakyat pinggiran

 

tembok putih, kursi , meja, tiang-tiang, mengaga, bingung

menatap wajah kian melolong-lolong

di kantor hanya riuh kebisingan

tiada yang mau mengalah

meski salah

tapi berusaha menyalahkan yang benar

 

politik tak lagi untuk

memanusiakan manusia

tiada mau menata negara nan maju

saling menggonggong bukan tuk membangun

melainkan saling menjatuhkan

makan memakan tuk makan uang negara

 

Oleh Nasarius Fidin 

26 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password