breaking news New

Gunakan Narkoba, Dokter di NTT Ditangkap

Kupang, Kabarnusantara.net – Anggota Direktorat Reserse Narkoba (Dit Resnarkoba) Kepolisian Daerah (Polda) Nusa Tenggara Timur (NTT), berhasil menangkap basah, YL (46), seorang dokter yang berpraktek di Kota Kupang karena menggunakan narkoba jenis sabu-sabu pada 5 Agustus 2016 di Oebobo, Kota Kupang. Penangkapan itu dilakukan berkat informasi dari sejumlah masyarakat.

Hal itu disampaikan Kabid Humas Polda NTT, AKBP Jules Abraham Abast, SIK, kepada SP di Kupang, Senin, (15/8) pagi.

Narkotika dan obat-obatan berbahaya (narkoba) menjadi barang yang mulai meresahkan masyarakat Kota Kupang. Barang haram ini mulai beredar bebas di masyarakat tidak kenal golongan, baik dokter, pengusaha, anggota Polri, PNS, pejabat, anak sekolah, mahasiswa, bahkan masyarakat biasa pun, terkena dampak dari narkoba. Sebelumnya anak-anak hanya sebatas sebagai pemakai, namun saat ini malah sudah menjadi pengedar.

Dokter PNS, yang seharusnya tahu bahaya menggunakan narkoba, malah memakainya. Bahkan ia tidak sendirian memakai, masyarakat biasa malah diajak berpesta sabu-sabu. Seorang figur yang seharusnya menjadi panutan bagi masyarakat itu malah mengotori dan menodai jejak langkah dokter karena tertangkap basah saat menggunakan narkoba.

Seharusnya, regulasi kita terkait narkoba, memberikan hukuman yang berat kepada figur seperti YL. karena hukuman berat seperti pengedar yang dihukum mati, vonis seberat-beratnya harus diberikan kepadanya sebagai seorang dokter dan pegawai negeri sipil. Sayangnya, regulasi kita bisa membebaskan para pemakai dari jeratan hukum. Hal itu membuat para pemakai untuk terus menikmatinya narkoba. Tertangkapnya YL menjadi perhatian masyarakat Kota Kupang. oleh sebab itu oknum dokter itu harus ditindak.

 “Polisi terus memburuh para pelaku pengedar narkoba di Kupang, sesuai pengakuan YL,” kata Jules.

Dari penangkapan itu, nampaknya aparat kepolisian sudah mengendus sebuah jaringan narkoba di kalangan tertentu. Secara kasat mata, tidak mungkin hanya karena laporan masyarakat, aparat menangkap basah mereka. Mungkin saja mereka adalah target operasi yang sudah lama dipantau.(RR/KbN)

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password