breaking news New

Ratusan Advokat Siap Bela Haris Azhar

Jakarta, kabarnusantara.net – Ratusan advokat siap memberikan bantuan secara pro bono kepada Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Haris Azhar. Hampir genap 200 advokat yang tergabung dalam “Tim Tahar” (Tim Advokat untuk Haris Azhar) secara resmi telah menandatangani surat kuasa beserta dengan Haris. Penandatangan dilakukan di Sekretariat DPN PERADI kepengurusan Luhut MP Pangaribuan di Jakarta, Senin (8/8).

Koordinator Tim Tahar, Luhut MP Pangaribuan, menjelaskan pembentukan Tim Tahar ditujukan untuk memberikan bantuan hukum manakala yang bersangkutan, dalam hal ini Haris Azhar memerlukan bantuan hukum. Meskipun dalam konteks ini, Luhut sama sekali tidak melihat adanya permasalahan hukum atas tindakan yang dilakukan oleh Haris. Pembentukan Tim Tahar ini, hanya untuk berjaga-jaga serta mengantisipasi kemungkinan masalah hukum yang mungkin dialami oleh Haris.“PERADI tidak lihat ada masalah hukum. Kalau pun ada nanti kita bantu. Advokat bersatu untuk mengembalikan ke arah yang benar,” ujar Luhut yang juga Ketua DPN PERADI seperti dilansir hukumonline.com.

Luhut melanjutkan, mestinya aparat penegak hukum menindaklanjuti informasi yang diungkapkan oleh Haris dengan membentuk semacam tim khusus dan bukan malah menjadikan Haris sebagai ‘sasaran tembak’.

Pasalnya, apa yang telah dilakukan Haris kepada publik sama sekali tak melanggar aturan yang berlaku. Dan mesti dicatat, kewajiban membuktikan apa yang diungkapkan Freddy kepada Haris juga bukan merupakan tanggung jawab Haris.

Selain itu, Luhut menilai apa yang dilakukan Haris masih dalam kapasitasnya sebagai advokat. Sehingga tak ada alasan bila Haris tidak diberikan bantuan melalui organisasi profesi advokat. Sebagaimana diketahui, Haris juga merupakan salah satu pengurus di DPN PERADI kepengurusan Luhut MP Pangaribuan sebagai Ketua Bidang Advokasi HAM DPN PERADI.

“Kami belum tau bagaimana secara resmi, tapi ada yang menyebut status Haris sebagai terlapor. PERADI nilai itu sangat misleading,” sebutnya.

Terlepas dari hal itu, Luhut mengungkapkan, antusiasme rekan-rekan advokat se-Indonesia terlihat dari peningkatan jumlah keterlibatan pihak yang bersedia turut menjadi bagian dari Tim Tahar. Per Senin (8/8) pukul 12.00 WIB, tercatat telah ada sekitar 120 advokat yang turut serta menjadi bagian dari Tim Tahar. Jelang dilakukan penandatangan, sejumlah DPC PERADI di bawah kepengurusan Luhut dari Aceh, Poso, Papua, serta Makassar dikabarkan masih mengirimkan puluhan nama. Saat ditantadangani sekira pukul 13.56 WIB, tercatat sudah ada penambahan yang cukup signifikan menjadi 145 advokat siap membantu tim.

Luhut mengungkapkan bahwa Tim Tahar masih membuka ‘pintu’ seluas-luasnya bagi setiap advokat dari organisasi manapun yang telah memenuhi syarat sebagai advokat untuk memberikan dukungan dan bantuannya untuk membantu tim. Saat ditanya mengenai kapan waktu terakhir untuk dapat bergabung, Luhut tak memberikan tanggal pasti mengenai hal itu. Namun yang pasti, kata Luhut, advokat terikat dengan ketentuan undang-undang advokat dimana setiap advokat wajib memberikan bantuan hukum secara cuma-cuma kepada siapapun. “Advokat peduli tanpa lihat organisasi advokat manapun,” imbuhnya.

Berdasarkan daftar nama-nama advokat Tim Tahar yang tercatat, terlihat sejumlah nama yang memang terdaftar sebagai pengurus pada DPN PERADI selain kepengurusan Luhut MP Pangaribuan. Misalnya, Todung Mulya Lubis yang tercatat sebagai Dewan Pakar pada DPN PERADI kepengurusan Juniver Girsang. Tak cuma Todung, Wakil ketua Bidang Organisasi DPN PERADI kepengurusan Juniver Girsang, Carrel Ticualu juga turut menjadi bagian Tim Tahar. Tak ketinggalan, sejumlah advokat yang masuk dalam kepengurusan DPN PERADI Fauzie Yusuf Hasibuan juga turut menjadi bagian dari Tim Tahar, salah satunya Julius Ibrani.

Di tempat yang sama, Koordinator KontraS, Haris Azhar mengucapkan banyak terima kasih atas dukungan yang diberikan kepadanya. Ia mengatakan, dukungan dari hampir 200 advokat diharapkan bisa memberi peran lebih dalam mengungkap mafia narkoba yang menggurita di Indonesia.

“Ini jadi modal buat saya pribadi dan untuk mengungkap gurita narkotika di Indonesia,” singkatnya.

Sebagaimana diketahui, Haris sempat membuat tulisan yang berjudul “Cerita Busuk dari Seorang Bandit: Kesaksian Bertemu Freddy Budiman di Lapas Nusa Kambangan (2014)”. Tulisan yang berasal dari pengakuan Freddy Budiman itu terungkap bahwa gembong narkoba itu ‘menyetor’ ke aparat penegak hukum agar bisnisnya bisa berjalan lancar dengan angka yang cukup fantastis hingga ratusan miliar.

Bongkar Mafia Narkoba

Luhut menegaskan bahwa DPN PERADI akan membantu membongkar praktik mafia narkoba yang selama ini berkuasa di Indonesia. Caranya, dengan mengadakan seminar yang di dalamnya akan mengundang sejumlah pihak yang memiliki data dan telah melakukan penelitian mendalam terkait bisnis haram narkoba.

Teknisnya, Luhut masih belum menetapkan waktu dan tanggal penyelenggaraan acara itu. Namun, ia memastikan penyelenggaraan akan dilakukan dalam waktu dekat. “Setelah dapat masukan, buat seminar yang akan memberikan kesempatan kepada peneliti yang punya data soal data peredaran narkotika atau pola-pola narkotika masuk ke Indonesia,” katanya

Lebih lanjut, Luhut berharap hasil seminar yang dilakukan itu menjadi bukti permulaan bagi PERADI untuk menentukan sikap dan langkah selanjutnya untuk membantu negara memerangi bahaya narkotika di Indonesia. “Undang juga PPATK walau tidak boleh umumkan secara gamblang kemana saja aliran dana yang masuk. Agar secara ilmiah dalam seminar bisa disampaikan masalah soal narkotika ini,” pungkasnya. (Hip/KbN)

10 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password