breaking news New

Puisi-Puisi Kemerdekaan

“Kemerdekaan Hati”


Jejak-jejak kaki kian menuntun

Seolah-olah bertuankan peziarah dunia.

Gelora jiwa yang lama terluka kian meronta seraya melukis kenangan

Di zaman kian ‘menawan’…

 

Terkapar para pejuang

Memecah alasan konflik bangsa,

Terombang-ambing bagaikan kapal, terhempas ombak…

Sorak 71 satu kini bergema, menghujan seluruh desa dan kota…

Menyuarakan semangat 45…

Adakah yang mau berubah…?

 

Guntur tetaplah guntur, mustahil menjadi air…

Kini semua harus berbenah seraya bertindak benar

Dengan tujuan yang sama,

Yakni memaju diri mengasah hati, peka perjuangan…

********************

“Air Mata Jiwa”


Tak melihatkah kamu,..

Hai petinggi-petinggi negeri

Lihatlah ke kirimu…

Banyak yang meminta nasi, walau hanya nasi basi..

Merdekakah hatimu untuk memberi…ini gumam si bocah pengemis…

 

Lihatlah hai puteri-puteri bangsa,…

Terkapar sudah manusia-manusia

Tertindih virus dunia

Menantimu membersihkannya

Dengan ilmu kemudaanmu…

 

Bukalah jendela Ilmu, bagi mereka

Yang merana, bodoh kehancuran

Hingga ia tak bertahan

Dengan kemajuan anak Zaman,…teriak jiwa menangis sedih…

Oleh: Dominicus Siong

 

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password