breaking news New

Prof. Wuryadi : Konsep Pendidikan Indonesia Adalah “Siksaan” untuk Siswa

Yogyakarta, Kabarnusantara.net – Pengamat pendidikan Universitas Negeri Yogyakarta Prof Wuryadi menyatakan, model pendidikan di Indonesia yang padat materi, terbukti belum mampu mengangkat Human Development Index (HDI). Dalam lima tahun berturut-turut, Indonesia masih berada di posisi ke 110 di dunia, bahkan di bawah negara-negara kecil di Afrika yang baru merdeka.

Kondisi tersebut, menurut Wuryadi cukup mencemaskan, terlebih lagi jika bangsa Indonesia harus bertarung dengan bangsa asing di negerinya sendiri. Karena itu, konsep full day school yang digelontorkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Muhadjir Effendy harus dipikirkan masak-masak lagi, mengingat kualitas pendidikan tidak ditentukan dengan lama tidaknya peserta didik berada di lingkungan sekolah.

“Tidak ada jaminan kalau peserta didik seharian di sekolah, lantas mampu mengubah keadaan. Hal ini justru menambah beban siswa, sehingga konsep pendidikan sesungguhnya akan hilang,” tegasnya.

Jika wacana itu dikaitkan dengan suasana belajar di luar negeri, maka wacana itu bisa disebut sebagai ‘pemaksaan’.

Jika ingin membandingkan sekolah di Indonesia dengan luar negeri, maka seharusnya yang dikejar adalah kualitas proses belajar-mengajar terlebih dahulu. Apakah capaian kualitas pendidikan sudah merata di seluruh Indonesia, ataukah hanya pada wilayah yang dekat dengan kekuasaan.

Mengejar target peningkatan HDI, lanjutnya, tidak adil jika semuanya dibebankan kepada siswa, sebab, ujar Wuryadi, konsep dasar peningkatan kualitas pendidikan, ada pada model yang ditiru oleh siswa yakni guru.

“Sepanjang konsep belajar-mengajar hanya berlangsung di dalam kelas, maka tujuan mendidik siswa menjadi manusia berkualitas, mandiri dan berdaya juang, tidak akan pernah tercapai,” tegasnya.

Wuryadi menyatakan, bukan tidak boleh full day school diterapkan di Indonesia. Namun apakah signifikan membentuk mental siswa hingga mampu mewujudkan revolusi mental, hal itu belum pasti, sebab revolusi mental yang menjadi semboyan Presiden Joko Widodo, harus dilaksanakan secara global, bahkan guru-lah yang seharusnya menjadi kunci utama.

Wuryadi lebih setuju, jika konsep itu berupa proses belajar-mengajar yang singkat tetapi menyenangkan. “Saat ini, belajar justru menjadi siksaan tersendiri bagi siswa. Konsep pendidikan Indonesia adalah pendidikan di atas kertas dan belum menyentuh unsur jiwa,” tegasnya.

Menurut Wuryadi, dalam pendidikan formal, belum ada pendidikan tentang Indonesia. Hal itulah yang menyebabkan orang-orang Indonesia tidak merasa sebagai orang Indonesia. Konsep sadar sebagai bangsa, punya kemauan sebagai bangsa, dan berbuat sebagai bangsa tidak pernah ditanamkan ke dalam benak peserta didik.

“Tidak cukup pendidikan formal saja, proses belajar juga harus menyinggung pendidikan politik dan pendidikan masyarakat, sehingga siswa bisa menjadi manusia Indonesia,” katanya.

Isu-isu negatif yang selama ini melanda dunia pendidikan nasional, cenderung mengalami efek penggandaan, sehingga mengarah pada upaya destruktif bangsa sendiri, tanpa adanya upaya untuk melawan dengan membangun sistem pendidikan yang sistemik dan sistematik.

“Pendidikan kita hanya melanjutkan pendidikan yang elitis eksklusif, sehingga kesempatan untuk memperoleh pendidikan yang setara, tidak terjadi di negara ini,” ujarnya.

Bahwa menjadi koreksi, semangat pendidikan saat hanya pada peningkatan mutu, tanpa memikirkan pemerataan. Pendidikan semakin mahal, dan tetap belum ada pendidikan bagi masyarakat miskin dan bodoh di Indonesia.

“Bagaimana pun juga, para peserta didik yang memperoleh beasiswa ke perguruan tinggi negeri adalah mereka yang pintar meski miskin. Tetapi yang miskin dan bodoh, tidak mendapat tempat di sekolah yang berkualitas,” tegasnya.

Wuryadi menegaskan, pendidikan seharusnya membebaskan bangsa dari kebodohan. Bukan mencari siswa yang sudah pintar untuk dididik.(Berbagai Sumber/RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password