breaking news New

Rangkul Diaspora Potensial Indonesia, UU Tentang Kewarganegaraan Perlu Direvisi

Jakarta, kabarnusantara.net – Usulan revisi UU Kewarganegaraan kembali mengemuka pasca terungkapnya kasus dwi kewarganegaraan mantan Menteri ESDM, Arcandra Tahar.

Revisi UU Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Kewarganegaraan dinilai penting untuk merangkul kembali diaspora Indonesia Potensial yang dapat berkontribusi bagi Indonesia.

Terlebih masalah status dwi Kewarganegaraan ini menjadi keluhan para diaspora Indonesia yang tersebar di seluruh penjuru dunia.

Banyaknya diaspora potensial di luar negeri menjadi pertimbangan usulan revisi undang-undang kewarganegaraan.

Potensi revisi undang-undang tentang Kewarganegaraan masuk ke dalam program legislasi nasional tahun ini makin terbuka lebar.

Wakil Ketua Komisi I DPR, TB Hasanudin menyatakan tidak tertutup kemungkinan pemerintah merevisi undang-undang kewarganegaraan yang dinilai memiliki sejumlah kelemahan.

“Memang kelemahan dari UU ini adalah belum memikirkan masyarakat diaspora,” ungkap Hasanudin.

Tetapi menurut Hasanudin, diaspora bisa saja ditampung dengan cara merevisi undang-undang ini dengan memperhatikan pasal-pasal mana saja yang diperbaiki.

Namun demikian, menurut Menteri Koordinator Hukum dan Keamanan, Wiranto, mengamandemen UU Kewarganegaraan bukanlah persoalan mudah.

“Kita tidak hati-hati, nanti jadi bumerang. Kita beda dengan Amerika Serikat dan negara-negara di Eropa. Menuju ke dwi kewarganegaraan ini perlu kehati-hatian, tidak semudah mengubah sesuatu yang ringan-ringan saja. Ini masalah yang serius,” tegas Wiranto.

Dari data Kementerian Luar Negeri, diketahui saat ini ada sekitar 8 juta orang Indonesia di luar negeri, 70 % diantaranya masih berstatus WNI, sedangkan 30% sudah pindah kewarganegaraan.

UU dwi kewarganegaraan dinilai dapat memudahkan para WNI untuk mengembangkan diri meskipun jauh dari tanah air.

Sementara itu, Presiden Jokowi mengharapkan agar semua WNI berprestasi di luar negeri kembali ke tanah air.

“Warga Negara Indonesia yang memiliki prestasi di luar negeri untuk bekerja di dalam negeri, karena memang kita membutuhkan” ungkap Jokowi. (Hip/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password