breaking news New

Albertus Ivan Brilian Harumkan Indonesia

Zimbabwe, Kabarnusantara.net –Mahasiswa Fakultas Farmasi Universitas Sanata Dharma, Albertus Ivan Brilian, berhasil mengharumkan nama Indonesia dengan menjadi juara 1 tingkat dunia dalam dua kategori sekaligus, di ajang 62nd International Pharmaceutical Students’ Federation (IPSF) World Congress 2016 di Harare, Zimbabwe.Di ajang IPSF tersebut, Ivan unggul pada dua kategori yakni Educational Poster Competition dan Patient Counseling Event melebihi seluruh peserta dari 72 negera.

Dilansir dari Tribunnewsjogja. Poster yang dipresentasikan Ivan berjudul “Self-learning Herb Cabinet for Blind Children” awalnya merupakan hasil dari program kreativitas mahasiswa milik kelompoknya yang lolos didanai Dikti.

Dalam posternya, Ivan mempresentasikan tentang kegiatan edukasi tanaman obat dan jamu kepada anak-anak penyandang tunanetra di MTs Yaketunis dengan menggunakan metode khusus yakni Megatron (lemari toga elektronik).

“Dari kepeduliannya terhadap difabel, Ivan dan teman-temannya membuat Megatron yakni kotak obat yang dapat berbunyi menyimpan apa, dimana. Ini dapat membantu kemandirian anak tuna netra dalam mengenal dan membedakan tanaman obat yang disimpan di dalam kotak. Tak hanya itu saja, dalam program tersebut, anak-anak juga diajarkan menanam, dan memproduksi jamu,” ujar pembimbing Ivan, Ipang Djunarko, M.Sc. Apt.

Selain unggul dalam Educational Poster Competition, Ivan juga menyabet juara 1 dalam Patient Counseling Event (PCE).

Dalam kompetisi tersebut, peserta mengikuti perlombaan konseling yang mengutamakan kemampuan komunikasi dan penyelesaian masalah dalam memilihkan terapi sesuai kondisi pasien.

Pada PCE beginner tersebut, Ivan bersaing dengan 24 mahasiswa dari berbagai negara di dunia seperti Amerika Serikat, Inggris, Slovakia, Zimbabwe, Jerman, Korea Selatan Singapura.

Di tiap tahapan lomba, peserta akan mendapat kasus untuk diselesaikan dan melakukan konseling kepada pasien dengan waktu maksimal 8 menit.

Ivan pun merasa, keberhasilan yang dia raih tidak dapat dicapai tanpa bantuan dari Universitas Sanata Dharma, Pos Kesehatan St. Antonius Kotabaru, Yayasan Persaudaraan Masyarakat Jogjakarta dan Yayasan Tunanetra Yaketunis yang selama ini menjadi tempat Albertus Ivan Brilian belajar melayani sekaligus konseling, berdinamika dengan tenaga kesehatan lain.(Sumber Tribunnewsjogja/RR/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password