breaking news New

Boni Hargens: Tentang “Bupati Sontoloyo”, Buktikan Saya Salah! 

Jakarta, kabarnusantara.net -Seperti diberitakan media, dalam diskusi “NTT Kita Dalam Goresan Nawacita”, di Markas Bara JP NTT Kupang, Provinsi NTT, Sabtu (20/8/16) lalu, saya menegaskan bahwa sedikit sekali kepala daerah yang berhasil memimpin di NTT, sisanya semua gagal. Mereka ini yang saya kategorikan dalam dua tipe yaitu bupati loyo dan bupati sontoloyo.

Bupati loyo itu mengacu pada bupati yang tahu apa yang harus dilakukan, punya niat baik untuk rakyat, tetapi lamban dan tidak sensitive dengan kondisi persoalan yang mencengkram masyarakat.

Bupati tipe sontoloyo lebih buruk lagi. Mereka tidak tahu banyak tapi sok tahu, sok pintar, dan cendrung menjadi perampok. Mereka ini yang menjadi virus bagi Nawacita dan hambatan serius bagi revolusi mental.

Setelah pernyataan itu berkembang di media, muncul pro kontra. Saya menerima banyak surat elektronik termasuk membaca komentar di banyak media sosial, yang isinya mencerca saya untuk pernyataan tersebut. Saya merasa ini lelucon dalam demokrasi kita yang hanya “bebas” dan “terbuka” tetapi tidak disertai kesadaran dan pengertian yang utuh tentang makna demokrasi.

Mereka yang menyerang tidak mampu membuktikan di mana letak masalah dalam pernyataan itu. Mereka bereaksi secara emosional padahal tujuan dari pernyataan itu adalah untuk menyadarkan seluruh rakyat NTT bahwa kemiskinan struktural dan persoalan mendasar lain yang membumi di NTT disebabkan oleh kepemimpinan politik yang rakus dan korup di NTT.

Maka, menuntut perubahan hari ini berarti melawan kepemimpinan politik yang rusak seperti itu karena itulah arti terdalam dalam Revolusi Mental yang dicanangkan oleh Presiden Joko Widodo.

Saya sangat merindukan diskursus yang sehat dan diskusi yang bermutu terkait apapun untuk kemajuan NTT ke depan.

Maka, mereka yang menentang pernyataan saya silahkan memberi argumentasi yang masuk akal dan dengan cara yang sehat. Demokrasi memang tidak mudah bagi yang tidak waras berpikir, tetapi itulah jalan keselamatan untuk kemaslahatan umum.

Syallom!

Jakarta, 25 Agustus 2016

BONI HARGENS

11 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password