breaking news New

Sekolah Seminari Yohanes Paulus II Labuan Bajo Diresmikan “Buka Pintu” Buat Kaum Perempuan

Labuan Bajo, Kabarnusantara.net – Babak baru telah mulai dalam sejarah pendidikan Seminari atau tempat didik para calon imam Katolik di Flores.

Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) Seminari Yohanes Paulus II yang diresmikan Kamis (25/8) di Labuan Bajo, Kabupaten Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur, membuka pintu bagi kaum perempuan.

“Ini sebuah babak baru dalam penyelenggaraan pendidikan, sebab dari dahulu kala Seminari hanya mendidik laki-laki muda saja, namun mulai saat ini lembaga pendidikan ini dapat menjadi tempat belajar para gadis. itu artinya bahwa gereja juga responsif gender,” kata Uskup Ruteng Mgr. Hubert Leteng Pr.

Sekolah Seminari St. Yohanes Paulus II ini sebetulnya sudah berusia 27 tahun, namun baru kali ini mendapat izin dari Kementerian Agama Republik Indonesia. Babak baru tersebut dimulai dengan angkatan pertama sebanyak 70 siswa dengan rincian 49 pria dan 21 wanita. Mereka datang dari berbagai kabupaten di Flores dan wajib tinggal di asrama yang diasuh oleh para imam dan suster.

Pada kesempatan yang sama Dirjen Bimas Katolik Kementerian Agama Republik Indonesia Eusabius Binsasi dalam jumpa pers dengan para wartawan menyatakan sekolah ini didirikan atas restu Uskup Ruteng Mgr Hubert Leteng Pr dan telah mengantongi izin operasional dari Direktur Jenderal (Dirjen) Bimas Katolik dan secara hukum berada di bawah naungan Yayasan Persekolahan Umat Katolik Manggarai (SUKMA).

Di Indonesia terdapat 25 sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK) tersebar di berbagai provinsi, namun hanya ada dua SMAK seminari yaitu satu di Sumatera dan satu lagi yang baru diresmikan ini, katanya.

Dalam sambutannya Uskup Hubert mengatakan sejak bangsa Portugis menjejakkan kaki di tanah ini pada abad XV sekaligus menyebarkan Agama Katolik maka pendidikan calon imam menjadi perhatian utama para pionir agar ajaran Katolik itu dapat dipahami secara baik dan benar sejalan dengan nilai Injili.

Waktu terus bergulir bangsa ini telah memasuki era baru, oleh sebab itu peran Lembaga Pendidikan Katolik bukan saja mendidik para imam akan tetapi juga awam, lanjutnya.

“Tentu awam yang dididik pada tempat sungguh dengan cara yang professional dalam visi Seminari Yohanes Paulus II menuju generasi 5-S yaitu Sanctitas, menjaga kesalehan hidup; Scientia, memiliki pengetahuan yang luas; Sapientia, mengenal dan mencintai kebijaksanaan; Sanitas, menjaga hidup sehat secara jasmani maupun rohani; dan Solider, hidup bertenggang rasa dengan siapa saja,” kata Uskup.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password