breaking news New

‎Pelaku Teror Medan Ditawari Seseorang Rp 10 Juta

Jakarta, Kabarnusantara.net – IAH, pelaku teror di gereja Santo Yosep di Jl. Dr Mansyur Medan, Sumatera Utara, Minggu pagi (28/8) mengaku dijanjikan Rp 10 juta oleh seseorang untuk melakukan aksinya.

“Bermula Kamis (25/8), IAH bertemu dengan seseorang tidak dikenal. Kemudian ada komunikasi di antara keduanya yang akhirnya disepakati sesuai arahan yang diberikan orang tersebut ke IAH,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Pol Agus Rianto di Mabes Polri, Jakarta, Senin (29/8).

Kesepakatannya, masih kata Agus, kalau IAH mau melakukan sesuai dengan yang disebutkan akan diberi Rp 10 juta. Lalu pada pada Jumat (26/8), IAH melaksanakan apa yang diarahkan oleh orang tersebut.

IAH membeli korek api, kemudian menyambung dengan kabel, dan kemudian korek api itu dijadikan satu kesatuan. Ada satu material yang diberikan orang tersebut, yaitu sekantong bubuk, yang sampai saat ini masih dilakukan pemeriksaan secara intensif apa isinya.

“Kita perkirakan itu black powder yang diberikan ke IAH sebagai material yang nanti dicampur korek api sebagai amunisi atau mesiu dalam proses pembuatan bahan peledak yang akan digunakan nantinya,” lanjut Agus.

Pada Sabtu (27/8), IAH mencoba merangkai apa yang diberikan oleh orang tersebut ditambah dengan informasi yang didapat pelaku pada saat menonton berita di media tentang teror di Prancis sehingga dibuat dan dicoba.

“Saat itu terjadi ledakan di rumahnya, tapi ledakannya seperti ban pecah. Sempat diketahui kakak IAH di tempat kos. Berbekal pengalaman hari Sabtu itu, pada Minggu pagi (29/8), IAH melaksanakan niatnya sesuai apa yang diarahkan orang lain itu,” beber Agus.

Pasca peristiwa itu, sejumlah orang, selain pelaku, telah diperiksa polisi seperti pastor yang mengalami luka karena diserang, jemaat yang ibadah, lalu ayah, ibu, dan saudara pelaku.

“Tersangka dijerat UU Teroris No 15 / 2003 kemudian UU Darurat Nomor 12 Tahun 1951 tentang senpi dan bahan peledak. Juga KUHP. Penyidikan ditangani Polresta Medan di-back-up Polda Sumut,” sambungnya.

Soal orang yang menyuruh IAH itu, Agus melanjutkan, “Bisa ada, bisa enggak. Sementara ini fokus kita ke pelaku sambil terus menelusuri kemungkinan ada keterlibatan pihak lain sesuai info yang diberikan tersangka.”

“Pelaku merakit sendiri. Semuanya digabung dimasukkan dalam pipa yang biasa digunakan untuk hordeng, pipa alumunium, bukan besi. Kemudian ditutup ujungnya, disambung baterai. Di sambungan itu, ada percikan api,” sambungnya.(RR/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password