breaking news New

Pertamina Tambah Kapasitas Tangki BBM di Maumere

Maumere, Kabarnusantara.net – ‎PT Pertamina (persero) menambah kapasitas tangki Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis solar mencapai 5.000 Kilo Liter (KL) di Terminal BBM Maumere, Nusa Tenggara Timur (NTT). Penambahan kapasitas itu mulai dilaksanakan pada 2017 yang menggunakan dana berasal dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

General Manager MOR V Pertamina, Ageng Giriyono, mengatakan, penambahan kapasitas tangki tersebut guna meningkatkan kehandalan pasokan BBM di wilayah Nusa Tenggara Timur. Namun dia belum bisa membeberkan nilai investasi penambahan kapasitas tangki tersebut.

“Secara total solar di tempat kami lebih besar dibanding premium karena untuk PLN. Sehingga dengan solar ini menjadi bagian daripada kami memperhatikan sektor selain transportasi,” kata Ageng di Maumere, Senin (29/8).

Ageng menuturkan penjualan BBM di wilayah Nusa Tenggara Timur per bulannya mencapai 32 ribu KL untuk solar, 25 ribu KL untuk premium, dan 7.700 KL untuk minyak tanah. Dia mengungapkan 67 persen penyaluran tersebut diperuntukan bagi kebutuhan transportasi. Sedangkan 33 persen sisanya disalurkan untuk sektor industri.

“Di Maumere saja konsumsi solar untuk PLN menyentuh angka 80 KL per hari,” ujarnya.

Sementara itu, Branch Manager Pertamina Kupang, Hardiyanto Tato, mengungkapkan, sejumlah tantangan dalam mengantarkan BBM ke masyarakat di pulau-pulau sekitar NTT. Dia menyebut beberapa pelabuhan bisa disandari kapal tangker pengangkut BBM. Selain itu kondisi cuaca ekstrem yang membuat gelombang laut cukup tinggi sehingga mempengaruhi distribusi BBM.

“Kami telah menyiapkan kapal tanker mini yang bisa mengakses pelabuhan kecil. Tanker mini ini bisa lebih fleksibel untuk menyalurkan BBM ke pulau-pulau kecil,” ujarnya.

Direktur Utama Pertamina, Dwi Soetjipto, mengakui adanya tantangan luar biasa dalam menyalurkan BBM ke seluruh pelosok negeri. Berbeda dengan pemain internasional yang memasok BBM hanya di kota-kota besar di Indonesia. Dia bilang, distribusi tersebut guna memenuhi kebutuhan BBM bagi masyarakat. Jangan sampai masyarakat mengeluh terjadinya kelangkaan BBM.

“Kami kerjakan seperti ini dengan cost yang kami tanggung. Dibandingkan dengan pemain-pemain internasional yang dengan mudah masuk ke Indonesia,” ujarnya.

Dwi mengungkapkan, Indonesia merupakan negara kepulauan dengan kondisi geografisnya berbeda-beda. Begitu pula dengan ketersediaan infrastruktur yang menambah tantangan Pertamina dalam menyalurkan BBM. Selain itu kondisi cuaca pun turut menjadi tantangan tersendiri.

Dia menggambarkan tantangan yang dihadapi itu antara lain pendistribusian BBM antar pulau melalui kapal yang menghadapi gelombang tinggi. Kemudian perjalanan truk tangki BBM yang terhambat akibat tanah longsor.

“Kami bangga melakukan ini demi bangsa dan negara. Kami tidak terima keluhan kelangkaan BBM,” jelasnya.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password