breaking news New

Mantan Teroris Ingatkan Polisi Waspadai Serangan Bom Susulan

Medan, Kabarnusantara.net – Mantan teroris Khairul Gazali mengingatkan aparat kepolisian dan intelijen negara mengantisipasi adanya serangan susulan lebih besar menyusul kegagalan Ivan Armadi Hasugian dalam melakukan percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Medan.

“Masih banyak Ivan – Ivan lainnya yang sudah direkrut dan dicuci otaknya untuk dijadikan bom pengantin. Mereka melakukan amaliyat jihad. Tindakan dan perbuatan mereka memalukan agama Islam,” ujar Khairul Gazali di Medan, Sumatera Utara (Sumut), Kamis (1/8).

Gazali mengungkapkan, sel pergerakan jihad sudah lama aktif di Medan. Ini sudah terlihat dari berbagai peristiwa yang pernah mengguncang seperti, Komando Jihad di tahun 1976, pembajakan Garuda Woyla tahun 1981, dan aksi peledakan bom gereja tahun 2000 lalu.

“Selain itu, perampokan Lippo Bank tahun 2003, perampokan Bank Sumut tahun 2009, perampokan Bank CIMB tahun 2010, hingga penyerangan Polsek Hamparan Perak tahun 2010 silam. Yang terakhir ini, percobaan bom bunuh diri di Gereja Stasi Santo Yosep Medan,” katanya.

Menurutnya, anak remaja yang termasuk masih duduk di sekolah umum menjadi target sasaran doktrin kelompok radikalisme itu. Kalangan remaja lebih mudah dicuci otaknya karena masih labil. Ada ratusan orang yang sudah direkrut dan didoktrin untuk melakukan teror.

“Ivan Armadi sebagai salah satu pemuda korban pencucian otak yang berbaiat dengan pemimpin Islamic State of Iraq and Syria (ISIS), Abu Bakar Al Baghdadi. Dalam rekaman video, dia memegang bendera ISIS,” sebutnya.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password