breaking news New

Syafrudin Atasoge Ajak Masyarakat Jaga Kerukunan Beragama

Ende, kabarnusantara.net – Anggota DPD RI Syafrudin Atasoge, MPd mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjaga kerukunan hidup antar umat beragama dengan mengedepankan prinsip toleransi dan saling menghargai.

“Bahwa keberbagaian suku dan agama ini harus terus kita pelihara dan jaga sebagai kekayaan bangsa. Ini adalah warisan para pendiri bangsa (founding father) yang antik dan harus kita lestarikan. Indonesia yang kaya akan budaya adalah aset bangsa. Mari kita jaga kerukunan antar umat beragama dan budaya,” kata Syaf saat menyampaikan sosialisasi Empat Pilar Kehidupan Berbangsa dan Bernegara, di Lingkungan Paupanda atas, Kelurahan Paupanda, Kecamatan Ende Selatan, Kabupaten Ende, Flores, NTT, Sabtu (20/6).

Sosialisasi yang berbarengan dengan Pembukaan turnamen Bola Voly PATAS CUP II Tahun 2016 antar remaja masjid dan organisasi pemuda lintas agama se-Kabupaten Ende yang memperebutkan piala senator Syafrudin Atasoge diikuti oleh berbagai kalangan masyarakat serta Remaja Mesjid, Orang Muda Katolik (OMK), dan Pemuda GEMIT di ikuti antusias oleh peserta.

Ia mengatakan bahwa, empat pilar dari konsepsi kenegaraan Indonesia tersebut merupakan prasyarat minimal bagi bangsa Indonesia ini untuk bisa berdiri kokoh dan meraih kemajuan berlandaskan karakter kepribadian bangsa Indonesia.

“Sebab dengan dengan toleransi tersebut kita tetap bisa hidup berdampingan secara harmoni dan damai. Sikap toleran itulah yang harus terus dipupuk dan dikembangkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,”

“Setiap warga negara Indonesia harus memiliki keyakinan bahwa keempat pilar itu merupakan prinsip-prinsip moral bangsa Indonesia yang memandu tercapainya peri kehidupan bangsa yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur,” katanya.

Kegiatan sosialisasi sebagaimana digelar di Ende itu, menurutnya sangat penting dilaksanakan oleh semua pihak, baik oleh penyelenggara negara di tingkat pusat maupun daerah, dan demikian juga dengan segenap warga negara Indonesia harus sama-sama bertanggung-jawab untuk memahami dan melaksanakan nilai-nilai Empat Pilar dalam kehidupan sehari-hari.

Anggota MPR dari unsur DPD RI yang mewakili Provinsi NTT ini juga menyebutkan, bahwa sejak awal berdirinya Negara Kesatuan Republik Indonesia, para pendiri negara menyadari bahwa keberadaan masyarakat yang majemuk merupakan kekayaan bangsa yang harus diakui, diterima, dan dihormati.

Namun, katanya, tanpa disadari, ketidakmampuan mengelola kemajemukan dan ketidaksiapan masyarakat menerima kemajemukan tersebut telah mengakibatkan terjadinya berbagai gejolak yang membahayakan persatuan dan kesatuan bangsa.

Syafrudin menyebutkan, di Ende, terdapat banyak suku bangsa dan dari berbagai latar belakang agama yang hidup, bekerja, dan menetap disini. Mereka bisa hidup bersama secara damai. Tidak mempersoalkan perbedaan yang ada pada dirinya. Mereka mau memahami perbedaan yang ada sebagai sebuah kenyataan yang tidak perlu dipertentangkan.(Hip/KbN)

 

 

4 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password