breaking news New

Meragukan, Apakah Gelas Es Kopi Mirna Mengandung Sianida?

Jakarta, Kabarnusantara.net – Saksi ahli Patologi Forensik Universitas Indonesia Dr. Djaja Surya Atmadja, yang dihadirkan tim penasihat hukum terdakwa Jessica Kumala Wongso dalam sidang lanjutkan kasus kopi beracun, menilai tidak mungkin kadar racun sianida di dalam gelas kopi es vietnam sebesar 7.400 miligram/liter.

Djaja menyampaikan, sebagai ahli patologi forensik, dirinya pernah meneliti tentang sianida pada tahun 1992 hingga 1995.

“Saya meneliti mengenai bau-bau sianida. Saya melakukan pemeriksaan 330 orang di Indonesia, saya mencari frekuensi gen apa yang bisa mencium sianida. Saya mendapatkan, bahwa dalam populasi orang Indonesia itu 84 persen bisa mencium sianida, artinya yang tidak bisa mencium hanya 16 persen,” ujar Djaja, di PN Jakarta Pusat, Rabu (7/9).

Dikatakannya, berdasarkan hasil penelitian orang yang memiliki gen tertentu dapat mencium bau khas racun sianida seperti almond pahit pada kadar 1 mg/liter.

“Saya salah satu orang yang bisa mencium. Jadi 1 miligram saya bisa cium. Rata-rata orang bisa mencium sianida dengan kadar 2 sampai 3 mg/liter,” ungkapnya.

Menurutnya, orang dapat keracunan sianida jika kadar yang masuk cukup banyak. Menurut literatur yang bisa membuat mati antara 150 sampai 250 mg/liter.

“Kalau masuk di dalam lambung maka akan terencerkan ke dalam asam lambung. Berdasarkan pengalaman saya autopsi, asam lambung isinya rata-rata 100 cc paling banyak 1.000 cc (1 liter). Seandainya, 150 mg masuk ke dalam 1 liter berarti kadarnya 150 mg per liter,” katanya.

Menurutnya, jika dokter melakukan pemeriksaan terhadap orang yang terpapar 150 mg/liter sianida, maka dokter itu pasti akan ambruk.

“Karena, 10 mg saja bisa bikin teler. Di luar negeri banyak dokter yang ikut melakukan autopsi kalau tidak siap bisa jatuh karena racun itu,” jelasnya.

Merespon hal itu, penasihat hukum Jessica, Otto Hasibuan menyampaikan, berdasarkan hasil laboratorium forensik sianida yang disedot korban Wayan Mirna Salihin sebesar 298 mg. Sementara, sianida yang berada di sisa kopi dalam gelas sebesar 7.400 mg dan di dalam botol 7.900 mg.

Otto kemudian bertanya, apa yang terjadi kalau memang kadar sianida itu sebesar 7.400 mg/liter?

“Kalau benar jumlahnya 7.400 mg, itu mungkin dalam radius 500 meter orang pada pingsan semua pak. Karena, 10 mg saja bisa bikin teler. Jadi menurut saya tidak mungkin,” tegasnya.

“Kalau ditaruh di ruangan ini, kita semuanya bisa teler. Ini terlalu tinggi. Tidak pernah (ditemukan sebesar itu). Biasanya di lever 0,7 sampai 27 mg/liter,” tambahnya.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password