breaking news New

Benny Harman: Reformasi Peradilan Belum Berhasil

Jakarta, kabarnusantara.net – Wakil Ketua Komisi III DPR, Benny K Harman menilai upaya reformasi peradilan masih jauh dari harapan. 

Hal itu disampaikan Benny dalam seminar HUT ke-8 Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) di Hotel Aryaduta, Jalan Perapatan, Jakarta Pusat, Kamis (8/9/2016). 

Oleh karena itu, Komisi III DPR menyetujui draf RUU Jabatan Hakim yang diusulkan Baleg DPR. Salah satu materinya adalah kocok ulang hakim agung tiap 5 tahun dan hakim agung pensiun di usia 65 tahun.

“Ini adalah bagian dari upaya untuk melakukan reformasi peradilan, karena menganggap reformasi peradilan ini sampai sekarang belum berhasil dengan baik,” kata Benny K Harman seperti dikutip detik.com

Pasal 32 ayat 1 RUU JH berbunyi:

Hakim agung memegang jabatan selama 5 tahun dan dapat ditetapkan kembali dalam jabatan yang sama setiap 5 tahun berikutnya setelah melalui evaluasi yang dilakukan oleh Komisi Yudisial.

“Hakim-hakim belum ada perubahan, belum ada perbaikan,” cetus Benny.

Adapun untuk pensiun hakim agung, diusulkan hakim agung pensiun di usia 65 tahun. Saat ini, hakim agung pensiun di usia 70 tahun. Hal itu tertuang Pasal 52 ayat 2:

Pemberhentian secara hormat sebagaimana dimaksud pada ayat (1) karena: 

a. meninggal dunia; 

b. atas permintaan sendiri secara tertulis;

a. telah berusia 60 tahun bagi hakim pertama, berusia 63 tahun bagi hakim tinggi, dan berusia 65 tahun bagi hakim agung.

“Karena itu mudah-mudahan dengan UU Jabatan Hakim yang baru ini bisa mendorong terwujudnya sistem peradilan yang bersih, accountable dengan para hakim sebagai penopang utamanya,” pungkas Benny. (Hipatios/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password