breaking news New

Guru Bantu Ditembak di Distrik Mulia Papua

Puncak Jaya, Kabarnusantara.net –Seorang guru bantu berinisial E (27) tewas ditembak orang tak dikenal di Distrik Mulia, Kabupaten Puncak Jaya, Papua. Kepolisian Daerah (Polda) Papua meningkatkan patroli gabungan untuk mengamankan wilayah.

Dilansir dari detikcom Kapolda Papua Irjen Paulus Waterpauw, Senin (12/9/2016) malam mengatakan, 

“Kejadian pukul 18.30 WIT, seorang guru bantu ditembak oleh kelompok kriminal bersenjata.” 

Penembakan terjadi saat korban melintas di Kampung Karubate yang berada di dekat Bandara Mulia. Korban yang berasal dari Sulawesi Selatan ini ditemukan sudah tergeletak di pinggir jalan dalam kondisi tidak bernyawa.

“Pelaku diduga menggunakan senjata laras pendek dengan jarak tembak yang dekat. Peluru mengenai pelipis dan kepala korban,” sambung Irjen Paulus.

Diduga kelompok bersenjata ini mengira korban adalah aparat keamanan yang tengah dalam penyamaran. “Mereka menduga masyrakat sipil sama dengan aparat TNI/Polri dan langsung ditembak,” sambungnya.

Penembakan oleh orang tak dikenal ini merupakan kejadian kali ketiga. Sebelumnya penembakan terjadi pada Maret 2016 dengan korban karyawan PT Modern di Sinak dan penembakan pekerja jalan Trans Papua pada Agustus lalu.

“Penembakan guru bantu ini kami duga dilakukan kelompok Lekagak Telenggen karena kelompok ini yang termonitor melakukan aksi terakhir,” terangnya.

Polda Papua ditegaskan Irjen Paulus meningkatkan pengamanan dengan patroli gabungan bersama TNI. “Pengamanan terus dilakukan dengan mengawal, mengawasi wilayah namun karena keterbatasan personel dengan cakupan luas daerah Papua, kami mengalami kendala,” ujarnya.

Bukan cuma patroli keamanan dan penegakan hukum, Polda memprioritaskan dibukanya komunikasi dengan kelompok-kelompok bersenjata. Pendekatan persuasif menurut Paulus penting dilakukan untuk menekan aksi kriminalitas.

“Belakangan sudah cukup kondusif, pasukan kita berkomunikasi dengan beberapa pihak. Ada juga penangkapan dan proses hukum terhadap pelaku tindak pidana. Namun kami tetap lakukan pendekatan sesuai harapan Presiden Jokowi, Papua jangan pendekatan keamanan saja tapi kesejahteraan. Karenanya kami bersinergi dengan pemerintah setempat dan komunikasi dengan kelompok-kelompok bersenjata agar mau mengakhiri aksi terornya,” tutur Paulus.(RR/KbN)

26 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password