breaking news New

Cerita Lengkap Tertangkapnya Basri Alias Bagong si Kaki Tangan Santoso

Jakarta, Kabarnusantara.net – Satu persatu anak buah mendiang Santoso, -pimpinan Kelompok Mujahidin Indonesia Timur-, yang tersisa berhasil ditangkap Rabu, (14/9/2016) pagi tadi giliran salah satu tangan kanan Santoso, Mohammad Basri bin Baco Sampe alias Ayas alias Bagong alias Opa yang berhasil ditangkap oleh Satuan Tugas Tinombala gabungan Tentara Nasional Indonesia dan Kepolisian RI. 

Penangkapan ini bermula ketika pada pukul 09.15 WITA, seorang warga bernama Arli (24) yang berprofesi sebagai pengemudi dum truk berniat mengambil material pasir dan batu di Sungai Puna, Tangkura, Poso Pesisir Selatan, Poso, Sulawesi Tengah. 

“Saat dia melihat tumpukan batu ke arah Sungai Puna, tiba-tiba dia melihat sesosok mayat berada di tengah sungai tersangkut di tumpukan bebatuan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto kepada wartawan, Rabu (14/9/2016). 

Sekitar pukul 09.18 WITA, seorang warga Tangkura bernama Papa Pendi menghubungi Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Poso Pesisir Selatan Brigadir Kepala Firdaus untuk melaporkan penemuan jenazah tersebut.

Pada pukul 09.20 WITA Dansektor III Satgas Tinombala AKBP Guruh bersama anggota menuju Sungai Puna untuk melakukan evakuasi. “Jenazah mengenakan kaus warna biru dan rompi berisi bom lontong,” kata Hari.

“Saat dia melihat tumpukan batu ke arah Sungai Puna, tiba-tiba dia melihat sesosok mayat berada di tengah sungai tersangkut di tumpukan bebatuan,” kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Sulawesi Tengah Ajun Komisaris Besar Hari Suprapto kepada wartawan, Rabu (14/9/2016). 

Sekitar pukul 09.18 WITA, seorang warga Tangkura bernama Papa Pendi menghubungi Kepala Unit Reserse Kriminal Kepolisian Sektor Poso Pesisir Selatan Brigadir Kepala Firdaus untuk melaporkan penemuan jenazah tersebut.

Pada pukul 09.20 WITA Dansektor III Satgas Tinombala AKBP Guruh bersama anggota menuju Sungai Puna untuk melakukan evakuasi. “Jenazah mengenakan kaus warna biru dan rompi berisi bom lontong,” kata Hari.

Satgas Tinombala kemudian mengevakuasi jenazah yang kemudian diketahui sebagai Andika Eka Putra alias Andika alias Hilal itu. Di saat evakuasi itulah seorang warga yang melihat ada tiga orang tak dikenal berada di Sungai Puna. 

“Satgas pun mengejar dan tertangkaplah Basri. Istri Basri yang berada di tengah sungai juga berhasil diamankan,” papar Hari. 

Pukul 09.55 WITA Basri dan jenazah Andika dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Palu. Istri Basri, Nurmi Usman alias Oma juga dibawa ke Palu dengan mobil terpisah. 

Saat ini Basri tengah menjalani pemeriksaan kesehatan oleh tim dokter di ruang Endoscopy Rumah Sakit Bhayangkara Polda Sulawesi Tengah. Sementara untuk Oma saat ini tengah perjalanan menuju Rumah Sakit Bhayangkara. 

Selesai menjalani pemeriksaan kesehatan, Basri akan diperiksa secara khusus oleh Tim Satgas Tinombala.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password