breaking news New

Benny Harman: Mari Bangunkan Ekonomi NTT

Maumere, kabarnusantara.net – Benny Harman menyebut ketergantungan provinsi dan kabupaten/kota di NTT  kepada pemerintah pusat sangat tinggi. Belum ada satu pun daerah di NTT yang bisa menghidupkan dirinya sendiri. 

“PAD kita kecil dan kita hidup dari DAU dan DAK. Kita seolah-olah tidak punya daya tawar. Padahal kita memiliki potensi yang luar biasa banyak” ujar BKH dalam pertemuan dengan jejaring maumere,sikka beberapa hari lalu. 

Menurut BKH, kita tidak susah uang sebetulnya untuk membangun NTT. 

“Kita hanya perlu untuk menggerakkan dan membangkitkan ekonomi di NTT. Tidak susah, simple. Mengapa disebut simpel? Semua bergantung pada uang, inovasi pemerintahan dan kemampuan untuk melaksanakan imajinasi solutif serta kesiapan masyarakat terhadap perubahan,”ungkapnya. 

“Uang tidak semata-mata dari pusat melalui DAU/DAK. Uang itu sudah banyak ada di dan dari daerah. Kita hanya ditantang bagaimana potensi yang luar biasa di NTT ini menjadi uang. Kita bukan daerah miskin. Kita harus bangga dan bersyukur karena kekayaan yang diberikan oleh alam NTT. Tetapi apa yang bisa kita lakukan”? Demikian Benny memberikan pertanyaan reflektif di depan teman2 jejaring sikka.

Menurut Benny, untukk mendapatkan uang maka jalan yang perlu dan penting adalah bagaimana menggerakan masyarakat untuk membangkitkan potensi-potensi yang ada di NTT ini. 

“Pariwisata harus digerakkan secara maksimal. Komodo di Manggarai Barat, Danau Tiga Warna Kelimutu di Ende, ikan paus di Lembata adalah contoh aset wisata yang mendunia dan aset wisata lainnya yang harus dikemas dengan lebih modern dari aspek pengelolaan/manajemen. Persoalan kita bukan berapa aset wisata yang kita punya,tetapi bagaimana kemampuan manajemen menata dan mengelola semua aset ini menjadi uang dan memberikan dampak buat masyarakat”, jelas Benny.

Selain itu, Benny juga menambahkan bahwa laut, peternakan dan pertanian adalah juga “lahan garapan” yang wajib hukumnya mendapatkan prioritas dalam perencanaan dan pelaksanaan pembangunan di wilayah kita ini.

“Dari cerita teman-teman yang suka kuliner di penjuru republik ini, mereka mengatakan bahwa ikan dari laut NTT adalah ikan yang paling enak kalau dimakan”, cerita BKH

Karena itu menurut BKH, kita hanya perlu bergerak bersama agar semua hadiah alam ini seperti ikan, sapi, jagung, sayuran atau palawija lainnya tidak merasa disia-siakan.

 “Kalo semua ini bisa dilakukan, kita bisa menuntup minusnya badget yg diperoleh dari pusat untuk kebutuhan pembangunan kita di NTT ini”, demikian BKH berharap.

Namun BKH menegaskan bahwa semua persoalan dan masalah sangat bergantung kepada imaginasi setiap orang untuk melihat dan menyelesaikannya. 

“Semua orang bisa mengetahui masalah yg ada di NTT. Yang beda adalah cara melihat masalah, cara menyelesaikan masalah dengan menawarkan solusi-solusi dan keseriusan melaksanakan solusi itu”, tegasnya.

Menerima Perubahan

NTT ini harus dibangun dengan sungguh-sungguh. Untuk membangunnya, harus dimulai dari bagaimana rakyat NTT memilih pemimpinnya. Memilih pemimpin adalah salah satu jalan untuk menyelesaikan masalah bersama.

Dalam pandangan BKH, hal yang paling penting dalam merencanakan perubahan di NTT adalah sama-sama bangkit untuk menyelesaikan masalah dan sama-sama siap untuk menerima perubahan. Jika calon pemimpin mengajak untuk bangkit dari bentangan masalah yang ada, kita perlu berpartisipasi aktif dan terlibat dalam gerakan yang dimulai.

“Saya tidak pernah kecewa kalau gagal, paling kesempatan saya untuk membangun NTT hilang. Mengapa? Maju dalam perhelatan politik di NTT ini tidak gampang, costnya mahal. Karena itu, perubahan yang diharapkan harus menjadi gerakan bersama. Menjadi kebutuhan kolektif, imajinasi kolektif, mimpi kolektif. Celaka kalau kita tidak mempunyai imajinasi tentang NTT ini”, ujarnya.

Kemudian Benny melanjutkan dengan meminjam sebuah pepatah kuno yang mengatakan bahwa “lebih baik menjadi singa untuk satu malam daripada menjadi domba untuk sejuta tahun”. Demikian sindirian Benny untuk pejabat yang lama menduduki kekuasaan tapi tidak memberikan dampak dalam derap pembangunan.(Hipatios/KbN)

1 Comment

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password