breaking news New

Farouk Mohammad: Kasus Irman Tak Mengganggu Kinerja DPD

Jakarta, kabarnusantara.net – Wakil Ketua DPD, Farouk Mohammad menegaskan bahwa Operasi Tangkap Tangan yang menjerat Ketua DPD, Irman Guzman tidak akan mempengaruhi kinerja dari Lembaga Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI. Hal itu disampaikan Farouk di Gedung DPD/MPR RI. 

Penangkapan Irman menurutnya tidak berpengaruh terhadap kewenangan DPD. DPD tetap menjalankan tugas dan fungsinya seperti biasa. 

“Kami akan tetap menjalankan kewajiban baik secara kelembagaan maupun perseorangan sebagaimana mestinya,” katanya, seperti dikutip dari kantor berita Antara.

Sementara itu pemimpin dan anggota DPD RI menyatakan menyerahkan sepenuhnya kasus Irman kepada KPK. Wakil Ketua DPD RI Farouk Mohammad menyatakan keprihatinannya, namun tetap menghormati proses hukum yang berjalan.

Farouk juga mengimbau semua pihak khususnya para elite agar menjaga asas praduga tak bersalah dan tidak mengaitkan tindakan perseorangan itu terhadap kelembagaan DPD RI. Ia juga mengingatkan untuk menjunjung proses hukum.

Tommy Singh, Penasihat hukum Irman Gusman, menceritakan kronologi penangkapan kliennya oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Irman ditangkap tangan, Jumat (16/9) malam.

KPK kemudian menetapkan Irman sebagai tersangka perkara dugaan penerimaan gratifikasi terkait pengurusan kuota gula impor untuk Provinsi Sumatera Barat tahun 2016. 
Penangkapan Irman terjadi usai menerima kedatangan beberapa tamu di rumah dinasnya di Jalan Denpasar. Irman sebenarnya enggan menerima kedatangan tamu karena hari sudah malam. 

“Sudah dibilang besok saja ketemunya, orangnya tetap menunggu. Akhirnya bertemu dengan Pak Irman. Setelah berbincang beberapa saat tamunya pulang. Setelah itu sepertinya dari KPK datang menanyai pak Irman,” kata Tommy di Kantor KPK, Sabtu.

Menurut pernyataan Ketua KPK, tamu-tamu tersebut adalah Agus Rahardjo, adalah Direktur CV SB yang berinisial XSS alias Xaveriandy Sutanto beserta istri dan adiknya yang masing-masing berinisial MMI alias Memi dan WS alias Welly. Mereka datang pukul 22.15 WIB dan pulang dari kediaman Irman pukul 00.30 WIB.

Petugas KPK langsung menghampiri mereka di dalam mobil yang masih terparkir di halaman rumah Irman. Petugas juga menghampiri Irman, yang membawa bungkusan yang diduga pemberian XSS dan MMI, berupa uang sejumlah Rp100 juta. 

Setelah ditangkap KPK, Irman menjalani pemeriksaan sampai Sabtu malam di KPK. Tommy bahkan tak bisa menemui Irman saat berkunjung. Namun, ia mengaku telah menelepon untuk memastikan keadaan kliennya. Tak banyak bicara dengan Irman, Tommy berkata akan menunggu penjelasan resmi KPK terkait penangkapan kliennya.

Tommy sendiri sebelumnya menyatakan ada yang janggal dari kasus yang menimpa Irman. 

“Kasus suap ini hanya Rp100 juta. Menurut saya ini lucu, karena sehari-hari di tasnya saja lebih dari Rp100 juta,” ujarnya. 

Menurut dia, jumlah uang yang diamankan tersebut terbilang kecil dan bukan kelasnya Irman. Ia juga mengatakan, kliennya tak tahu bungkusan pemberian itu berisi uang.(Hipatios/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password