breaking news New

Mencari “Tukang Kabur” Di antara “Tukang Gusur”

Kabarnusantara.net – Ketika Wakil DPR Fadli Zon mengkritik Gubernur DKI dengan intuisi puisinya “Tukang Gusur”, datanglah Denny Siregar membalas dengan intuisi puisi yang tak kalah menggebrak “Tukang Kabur”.
Imajinasi menyelusup, hayalan berkekibat. Siapakah sosok si “Tukang Gusur” dan siapakah sosok si ” Tukang Kabur”.

Apakah “Tukang Kabur” berlari dari “Tukang Gusur”?

Atau mungkin mereka bersama- sama berlari sambil bergusur- gusuran.

Anekdot “Tukang gusur” yang diimajinasikan Fadli Zon adalah tokoh dalam puisinya. Penokohannya pun menggambarkan bagaimana seorang tokoh “Gusur” melaksanakan tugasnya.

Fadli Zon begitu tersentuh dengan penderitaan warga Rawa Bebek melalui penggambarannya di dalam puisinya. 
Tokoh “Tukang Gusur” dicerminkan Fadli sebagai sosok yang anarkis tak kenal ampun, tanpa belas kasihan. Penggambaran yang terlahir dari keprihatinan dan kepedulian.

Siapakah “Tukang Kabur”?

Denny Siregar menyosokkan tokoh dalam puisinya sebagai orang yang “Tukang Kabur”, tak bertanggung jawab, lempar batu sembunyi tangan. 

Pertanyaannya apakah sosok “Tukang Gusur” sesudah menggusur terus jadi “Tukang Kabur”? 

Rasanya mustahil, tipikal atau karakter tokoh anarkis, tak kenal ampun menjadi “Tukang Kabur”? Tapi, mungkin bisa saja.

Pertanyaannya akan muncul lagi, apa benar “Tukang Gusur” tak akan jadi “Tukang Kabur”?

Terus siapakah “Tukang Kabur” sebenarnya? 

Sajak Tukang Gusur

Tukang gusur tukang gusur

Menggusur orang-orang miskin

Di kampung-kampung hunian puluhan tahun

Di pinggir dan bantaran kali Ciliwung

Di rumah-rumah nelayan Jakarta

Di dekat apartemen mewah dan mall yang gagah

Semua digusur sampai hancur
Tukang gusur tukang gusur

Melebur orang-orang miskin

Melumat mimpi-mimpi masa depan

Membunuh cita-cita dan harapan

Anak-anak kehilangan sekolah

Bapak-bapaknya dipaksa menganggur

Ibu-ibu kehabisan air mata
Tukang gusur menebar ketakutan di Ibu Kota

Gayanya pongah bagai penjajah

Caci maki kanan kiri

Mulutnya srigala penguasa

Segala kotoran muntah

Kawan-kawannya konglomerat

Centengnya oknum aparat

Menteror kehidupan rakyat
Ibu Kota katanya semakin indah

Orang-orangnya miskin digusur pindah

Gedung-gedung semakin cantik menjulang

Orang-orang miskin digusur hilang
Tukang gusur tukang gusur

Sampai kapan kau duduk di sana

Menindas kaum dhuafa
Tukang gusur tukang gusur

Suatu masa kau menerima karma

Pasti digusur oleh rakyat Jakarta

Tukang Kabur

Tukang kabur tukang kabur

Mengaburkan fakta apa yang sebenarnya ada

Bahwa rakyat miskin hanyalah alat propaganda

Mereka di pelihara bahkan dibina

Untuk mendulang banyak suara

Tukang kabur tukang kabur

Benarkah rusun rawa bebek menyedihkan ?

Tentu saja jika dilihat dari kacamata orang kaya

Yang hidupnya dari kaca ke kaca

Bukan dari mata mereka yang tiap hari rentan terserang malaria

Karena hidup berteman dengan eek yang mengambang dimana-mana

Tukang kabur, wahai tukang kabur

Bicaralah secara fakta

Bukan karena ambisi politik semata

Anda teriak ketika banjir melanda

Tapi ketika ada yang mencoba memperbaiki sekuat tenaga

Memperbaiki kerusakan yang selama ini dibina..

Anda teriak juga..

Tanyalah diri anda, wahai tukang kabur

Anda itu teriak untuk apa ?

Tukang kabur, duhai tukang kabur

Sebelum menilai orang lain

Lihat di dalam rumah sendiri

Tidakkah anda lihat banyak kader anda yang korupsi ?

Belum lagi yang keluar negeri minta fasilitasi..

Malu dong sama Mukidi..

Oh tukang kabur..

Memang sakitnya tuh disini

Ketika ada kader terbaik yang terpaksa lari

Karena tidak mau disetir dan dipaksa korupsi

Enak dong, anda bahagia dia gigit jari..

Duhai tukang kabur

Bernimpilah yang panjang

Untuk bisa menguasai negeri ini

Tapi fakta berbicara

Alih2 jadi macan asia

Ternyata hanya sibuk naik kuda

Salam tukang kabur

Lidahnu adalah harimaumu

Berkacalah yang baik

Tidak akan pernah menang

Orang yang sibuk mencela orang

Tapi dirinya sendiri belepotan..(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password