breaking news New

DPD DUKUNG PLN AJUKAN IZIN PINJAM PAKAI WILAYAH HUTAN DI NTT

RUTENG, Kabarnusantara.net –Anggota Dewan Perwakilan Daerah, DPD RI asal NTT, Adrianus Garu,SE,M.Si, Kamis, 28/9/2016, di sela-sela kegiatan HPS di Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT, mengatakan bahwa pihaknya mendukung upaya PLN di NTT mengajukan izin pinjam pakai wilayah hutan.

“Kami dukung upaya PLN NTT mengajukan izin pinjam pakai wilayah hutan untuk dilintasi jaringan Transmisi PLN. Kami akan meminta Menteri Kehutanan untuk segera mengeluarkan izin itu. Apalagi ini kebutuhan mendesak PLN dalam rangka mengatasi masalah listrik yang sering padam di NTT,” ujar Senator asal NTT itu.

Ia juga memaklumi ketika masyarakat NTT sedikit marah dengan seringnya terjadi pemadaman listrik secara bergilir di wilayah itu.

“Saya maklum jika banyak pelanggan PLN di NTT sedikit marah dengan padam nyalanya listrik. Namun saya mengajak masyarakat NTT untuk lebih bersabar mengingat masalah kita yang pertama adalah sulitnya topografi, dan wilayah kita wilayah kepulauan,” ujarnya.

Menurut Garu, listrik yang paling boros di Indonesia adalah orang NTT, orang Papua, dan orang Maluku. Itu karena biaya yang dikeluarkan oleh PLN untuk menjangkau jaringan di pelosok desa sangat tinggi. Namun dirinya yakin, perhatian pemerintah untuk Indonesia Terang akan segera terwujud di NTT.

“Saya minta stakeholder bersabar. Saya akan sekuat kemampuan saya untuk selesaikan usulan kawasan. Kalau ada masalah, datang secara persuasive ke PLN. Sedangkan soal meteran regular yang dilaihkan ke meteran pulsa, juga sudah saya sampaikan kepada PLN agar jangan dipaksakan. Dan pengalihan harus sepersetujuan pelanggan,” ujarnya.

Sementara itu, General Manager (GM) PLN NTT, Richard Safkaur mengatakan satu masalah yang kami sudah janji untuk diselesaikan itu adalah mengurus dokumen perizinan jaringan Transmisi yang melewati kawasan hutan. Tadi saya sudah diingatkan oleh senator kita orang NTT, pa Andre Garu.

“Karena itu saya berterima kasih kepada pihak DPD, karena beliau punya akses ke Direksi PLN dan kementerian terkait untuk sesegera mungkin izin dari pihak Kementerian Kehutanan keluar,” ujar Safkaur.

Jika izin dari pihak kementerian keluar, kata Safkaur, pihaknya sudah boleh pancang tiang jaringan transmisi di kawasan hutan.

Safkaur mengakui pihaknya mendapat dukungan yang luar biasa dari Senator asal NTT, khususnya pa Andre Garu untuk mengkomunikasikan kepentingan kelistrikan di NTT kepada pihak kementerian terkait dan juga di Direksi PLN di pusat.

“Beliau sudah meminta agar kami mempersiapkan data. Tugas saya mempersiapkan data pengembangan jaringan listrik ke seluruh wilayah NTT dan menyerahkan kepada Direksi PLN dan pihak kementerian melalui wakil-wakil kita dari daerah ini,” ujarnya.

Dikatakannya, dalam kerangka perluasan jaringan Transmisi Trans Flores ini, pihaknya membangun transmisi melintasi tanah Negara, tanah masyarakat, tanah Gereja, tanah Paroki dan lain-lain. Semua jaringan yang melewati tanah Negara, tanah Gereja, dan tanah masyarakat itu, diselesaikannya secara baik dengan para pihak tersebut.

General Manager PLN NTT, Richard Safkaur mengatakan pihaknya sudah punya data bagaimana melistriki desa. Menurutnya 58 % desa di NTT sudah menikmati listrik.

Untuk NTT, ujar Richard, di tahun 2019 elektrifikasi sudah bisa mencapai 80%. Sedangkan target pemerintah pusat di tahun 2020, 90% desa di seluruh Indonesia sudah menikmati listrik.

Untuk maksud itu, pihaknya tengah mempersiapkan data kebutuhan listrik di setiap desa di NTT, untuk kemudian diajukan ke pihak Direksi PLN dan pihak kemeterian terkait. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password