breaking news New

Jokowi Ingin Proyek Palapa Ring Rampung 2019

image

Jakarta, Kabarnusantara.net Saat ini kita berada di dunia digital. Tanpa kita sadari, pergeseran menuju dunia digital telah mempengaruhi segala aspek kehidupan. Perkembangan teknologi yang semakin maju, memaksa kita untuk mengikuti perkembangan yang ada. Jika tidak, tentu akan tertinggal jauh di belakang.

Tak dapat dipungkiri, Indonesia masih sangat ketinggalan dalam persaingan teknologi dan digital. Penyebaran informasi dan digital sangat tidak merata di seluruh wilayah Indonesia.

Menanggapi keterbatasan serta ketertinggalan tersebut, pemerintah Indonesia menggagas proyek pembangunan infrastruktur saluran transmisi serat optik di penjuru Indonesia. Serat optik tersebut berguna untuk jaringan telekomunikasi nasional. Dengan demikian, akses konektivitas penjuru Indonesia akan semakin tinggi sehingga mampu bersaing di bidang teknologi dan penyebaran informasi pun merata di penjuru indonesia.

image

Proyek pembangunan infrastruktur jaringan telekomunikasi yang telah direncanakan sejak tahun 2007 tersebut, Pemerintah mempopulerkan dengan nama Palapa Ring.

Dilansir dalam Kompas.com bahwa  Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama proyek Palapa Ring dengan PT Palapa Timur Telematika (PT PTT) di Istana Negara. Panandatanganan ini disaksikan langsung oleh Presiden RI. Jokowi mengatakan, dirinya ingin agar proyek ini selesai pada 2019. Dia akan menagih kepada menteri terkait, yakni Menteri Kominfo Rudiantara dan Menko Perekonomian Darmin Nasution di Istana Merdeka, Jakarta, Kamis (29/9/2016) sore.

Seperti yang dikutip Kabarnusantara dari Republika bahwa Proyek Infrastruktur Palapa Ring terbagi menjadi tiga paket. Pertama, Paket Barat akan menjangkau wilayah Riau dan Kepulauan Riau (sampai dengan Pulau Natuna)  dengan total panjang kabel serat optik sekitar 1.980 km dan nilai kontrak selama 15 tahun  sebesar Rp 3,4 triliun.

Kedua, Paket Tengah akan menjangkau wilayah Kalimantan, Sulawesi, dan Maluku Utara (sampai dengan Kep. Sangihe-Talaud) dengan total panjang kabel serat  optik sekitar 2.647 km dan nilai kontrak selama 15 tahun sebesar RP 3,5 triliun.

Ketiga, Paket Timur menjangkau wilayah Nusa Tenggara Timur, Maluku, Papua Barat, dan Papua  (sampai dengan pedalaman Papua) dengan total panjang kabel serat optik sekitar 8.454  km dan nilai kontrak selama 15 tahun sebesar Rp 14 triliun.

Proyek Palapa Ring yang telah lama dicanangkan pemerintah kini sudah masuk dalam tahap persiapan pelaksanaan.

Jika proyek ini berhasil maka masyarakat di penjuru indonesia dapat menikmati kecepatan akses data yang lebih merata ke wilayah-wilayah kabupaten/kota. Gunanya agar jaringan broadband telekomunikasi dapat menjangkau wilayah indonesia. (Sollan/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password