breaking news New

Senator NTT : Jangan Degradasi Budaya Asli

Manggarai, Kabarnusantara.net – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) asal propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu berharap setiap anak bangsa tidak boleh mendegradasi atau menomorduakan budaya lokal atau budaya asli. Budaya lokal seharusnya menjadi yang utama dan pertama daripada budaya asing.

“Kita harus ingat asal-usul. Ingat akan tanah tumpah darah kita. Ingat akan tanah kelahiran kita. Di situ, ada budaya-budaya asli sebagai warisan leluhur kita,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus Garu saat membuka Pentas Budaya di Ketang, kabupaten Manggara, propinsi NTT, Kamis (29/9).Pentas budaya sendiri diisi berupa lomba Sanda, Mbata dan Danding. Lomba melibatkan umat Paroki Ketang dan dilombakan antar Gendang (umah adat) atau perwakilan gendang. 

Andre menjelaskan tren yang terjadi sekarang, terutama di kalangan anak muda, sangat cuek dan tidak peduli terhadap kebudayaan-kebudayaan aslinya. Banyak anak muda yang merasa kuno atau dianggap tidak mengikuti tren ketika diminta melatih atau menjaga budaya asli yang dia dapat sejak bayi hingga usia remaja. Misalnya diminta untuk menari Caci atau membawakan lagu Danding dalam kebudayaan Manggarai.

“Banyak anak muda yang ogah belajar. Ini bahaya. Kita jangan sampai lupa daratan. Nanti lama-kelamaan, kebudayaan yang kita miliki akan punah karena tidak ada yang menjaganya,” tutur senator yang saat ini di Komite IV bidang Keuangan, Perbankan dan hubungan pembangunan pusat serta daerah.

Dia menegaskan pentas budaya yang diadakan sangat penting dan perlu digelar tiap tahun. Hal itu sebagai ajang membangun kesadaran bagi kaum muda untuk melestarikan kebudayaannya.

“Saya apresiasi ada pentas budaya seperti ini. Jangan semua bergantung pada pemerintah. Kalau bisa kerja sendiri, lakukan,” tegasnya.

Meski demikian dia berjanji akan memperjuangkan adanya pembiayaan untuk program-program melestarikan budaya lokal. Hal itu supaya tidak kalah dengan budaya asing yang sudah membanjiri masyarakat Indonesia.

“Masa anak muda sekerang lebih cinta budaya Korea daripada budaya sendiri. Lebih suka nonton film India daripada nonton wayang atau permainan Caci. Ini tidak boleh berlanjut,” tutupnya. (Mart/Hip/KbN)

154 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password