breaking news New

Bangun Tata Dunia Tanpa Kekerasan dan Radikalisme, STKIP ST. Paulus Ruteng Mewisuda 608 Sarjana

RUTENG, Kabarnusantara.net -Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) St. Paulus Ruteng, Sabtu (1/10/16), mewisuda 608 mahasiswanya. Diantaranya, 105 Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Teologi, 83 Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dan dan 420 Sarjana Pendidikan, Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD).

Berdasarkan data yang diperoleh kabarnusantara.net dari pihak kepanitiaan wisuda, nilai tertinggi diraih oleh Stefanus Vianey Denar dari program studi PGSD dengan IPK 3.82, disusul Aurelia Ratuanak dengan IPK 3.81 dari program studi Teologi, dan ketiga diraih Hedwig Pahul dari Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris dengan IPK 3.70. Angka 3.70 tersebut juga diraih oleh Maria Imul dari PGSD.
Ketua Panitia wisuda, Dr.Fransiska Widyawati,M.Hum mengatakan hari ini, STKIP St.Paulus Ruteng mewisuda 608 Sarjana Pendidikan.

Menurut Widyawati, pelantikan Sarjana di dalam upacara wisuda menjadi tanda berakhirnya masa belajar di kampus dan selesainya status mahasiswa.

Namun, ungkapnya, belajar tidak pernah berhenti. “Belajar tidak pernah ada kata berhenti. Wisudawan kini memasuki sekolah dan universitas baru di medan kehidupan baru”.

“Semoga wisuda menjadi waktu berahmat bagi setiap wisudawan untuk kembali mendapat energi, inspirasi dan motivasi untuk menjalankan tugas di tengah masyarakat dengan berkualitas, khususnya mampu mengubah kekerasan dan radikalisme menjadi harmoni, damai, dan keadilan,” ungkapnya.

Tema wisuda STKIP St. Paulus Ruteng tahun ini adalah “Mentransformasi Kekerasan, Menghadirkan Perdamaian dan Mencegah Radikalisme”.

“Melalui tema ini, seluruh Civitas Akademika STKIP St.Paulus, para wisudawan, para orang tua dan keluarga wisudawan, undangan, dan masyarakat luas diajak untuk merefleksikan peran pendidikan dalam membangun budaya damai, harmoni, dan adil guna melawan kecenderungan radikalisme dan kekerasan. Wisudawan sebagai sarjana baru dalam bidang pendidikan diharapkan mampu menjadi agen perubahan, perdamaian, dan keadilan di tengah masyarakat,” ujarnya,

Keberhasilan pendidikan sarjana juga teruji di dalam keterlibatannya membangun tata dunia baru yang damai dan jauh dari kekerasan. (Alfan Manah/Hip/KbN)    

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password