breaking news New

Pola Konsumsi Masyarakat Manggarai Belum Memenuhi Kaidah Beragam, Bergizi dan Berimbang

RUTENG, Kabarnusantara.Net –Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Penyuluhan Pertanian dan Ketahanan Pangan (BP2KP) Kabupaten Manggarai, Fransiskus Lehot pada Sabtu 1/10/2016 di Ruteng, mengatakan berdasarkan survei, pola konsumsi masyarakat Manggarai belum memenuhi kaidah konsumsi yang beragam, bergizi, berimbang dan aman. Hasil survei selama empat tahun, dari 2012 hingga 2015 menunjukan bahwa tingkat asupan energi rata-rata per kapita per hari adalah sebanyak 2.268,18 KKal (Kilo Kalori).

“Angka ini melampaui angka rata-rata kebutuhan energy per kapita per hari secara normative yakni 2000 KKal per kapita per hari. Walaupun tingkat konsumsi energy telah melampaui standard normative, namun kontribusi energi-energi dari 9 kelompok pangan belum menunjukan keseimbangan,” ungkapnya.

Dikatakannya, dua kelompok pangan yakni padi-padian dan umbi-umbian dikonsumsi masyarakat Manggarai melampaui standard normative. Sedangkan 7 kelompok pangan lainnya masih berada di bawah standard normative.

Kesembilan kelompok pangan itu adalah, padi-padian, umbi-umbian, pangan hewani, minyak lemak, buah/biji berminyak, kacang-kacangan, gula, sayur dan buah, bumbu-bumbuan dan minuman.

“Standard normative konsumsi padi-padian per kapita per hari adalah 1.000 KKal, sementara masyarakat Manggarai mengkonsumsi pangan jenis padi-padian hingga 1.554,14 KKal. Sedangkan standard normative konsumsi pangan jenis umbi-umbian per kapita per hari adalah 120 KKal, sementara masyarakat Manggarai mengkonsumsi pangan jenis ini hingga 180,94 KKal,” ujarnya.

Pangan hewani mestinya dikonsumsi sebanyak 240 KKal per kapita per hari, sementara masyarakat Manggarai hanya mengkonsumsi pangan hewani sebanyak 147,86 KKal. Minyak lemak mesti dikonsumsi 200 KKal per kapita per hari. Masyarakat Manggarai hanya mengkonsumsi 145,53 KKal per kapita per hari. Buah/Biji Berminyak mesti dikonsumsi 60 KKal per kapita per hari, namun masyarakat Manggarai hanya mengkonsumsi 23,60 KKal.

Kacang-kacangan mesti dikonsumsi 100 KKal per kapita perhari, namun warga Manggarai hanya mengkonsumsi 23,25 KKal per kapita per hari. Demikian pun halnya Gula mesti dikonsumsi 100 KKal per kapita per hari, namun hanya dikonsumsi 59,75 KKal.

Sayur dan buah-buahan mesti dikonsumsi 120 KKal per kapita per hari. Faktanya, masyarakat Manggarai hanya mengkonsumsi buah dan sayuran hingga 103,01 KKal per kapita per hari. Sedangkan bumbu-bumbuan dan minuman mesti dikonsumsi 60 KKal per kapita per hari. Sayangnya masyarakat Manggarai hanya mengkonsumsi bumbu-bumbuan dan minuman sebesar 30,38 KKal per kapita per hari.

Setelah dilakukan penilaian terhadap kualitas konsumsi masyarakat Manggarai selama empat tahun terakhir berdasarkan skor Pola Pangan Harapan (PPH) dengan rentang skor 0 hingga 100, mutu rata-rata konsumsi masyarakat Manggarai sebesar 80,33. Semakin tinggi skor PPH menunjukkan bahwa mutu atau kualitas pangan yang dikonsumsi semakin beragam, bergizi dan berimbang.

“Karena itu, bisa disimpulkan, pola konsumsi masyarakat Manggarai belum dapat dikatakan memenuhi standard bergizi, beragam dan berimbang,” tutupnya. (Alfan Manah/Hip/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password