breaking news New

USKUP RUTENG: MAKSIMALKAN PANGAN YANG ADA AGAR TIDAK HABIS

RUTENG, Kabarnusantara.net –Maksimalkan pangan yang ada agar tidak habis. Demikianlah tema amanat Uskup Ruteng, Mgr. Hubertus Leteng, dalam Misa Penutupan kegiatan Hari Pangan Sedunia 2016 Keuskupan Ruteng yang berlangsung di Gereja Paroki Ketang, Kecamatan Lelak, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT, 30/9/2016 yang lalu. 

Misa yang dihadiri oleh perwakilan 82 Paroki yang ada di Keuskupan Ruteng itu, juga dihadiri oleh Vikaris Jenderal Keuskupan Ruteng, Romo Alfons Segar, Vikep Reo, Romo Herman Ando, Ketua Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) Keuskupan Ruteng, Romo Beny Jaya, dan Pastor Paroki Ketang, Romo Tarsi Syukur. Selain itu, hadir 24 Imam lainnya yang berasal dari Kevikepan Ruteng, Borong, dan Reo. Sedangkan pastor dari Kevikepan Labuan Bajo berhalangan hadir.

Uskup Hubertus, pada kesempatan itu mengangkat kisah Kitab Suci tentang seorang Janda Sarfat dalam Kitab Raja Bab 17, Ayat 7-16 yang berhasil memperoleh pangan yang tak habis berkat upayanya untuk mengolah apa yang ada.

 Uskup yang pernah menjadi Pembina dan Praeses Seminari Tinggi Ritapiret itu mengatakan bahwa pangan sudah ada di sekitar kita dan apa saja yang ada itu harus digunakan, diolah, dan dikembangkan, maka tak akan habis. Kita berkecukupan.

Dalam bahasa yang terinci, Uskup berkata,”Kalau ubi dan pisang yang ada, maka itu adalah makanan kita. Kalau Jagung atau Sorgum yang ada, itulah yang kita makan. Jangan kita mati-matian ingin makan nasi ketika kita memang tidak punya beras.

Uskup juga mengingatkan semua peserta HPS dan umat dengan mengutip pesan Tuhan,”Jikalau kamu masuk ke dalam sebuah kota dan kamu diterima di situ, makanlah apa yang dihidangkan kepadamu,” Lukas Bab 10, Ayat 81.

Uskup Hubertus dengan tegas mengatakan,”bukan hanya untuk tamu kita menghidangkan apa yang ada tetapi kita sendiripun mesti makan apa yang ada, dan bukan makan apa yang tidak ada. Makan dari apa yang ada, bukan makan dari apa yang tidak ada.

Uskup menghimbau pula agar lahan yang ada diupayakan lebih banyak lagi dengan menanam berbagai macam tanaman pangan. Tanah-tanah, kebun, sawah dan pekarangan yang ada haruslah dikerjakan dan diolah. Jangan membiarkan lahan kita kosong atau rumput tumbuh secara liar. Sekecil apa pun lahan kita, mesti kita manfaatkan dengan baik.

Lebih lanjut Uskup Hubertus menegaskan bahwa pemaksimalan pangan local kiranya tetap pada prinsip merawat Bumi, merawat tanah dalam arti luas, yaitu dengan menggunakan Pupuk Organik. Pemanfaatan Pupuk Organik sedang digalakka pihak Keuskupan, sehingga kita tidak mengenal lagi istilah dalam Bahasa Manggarai tanah “Bontong Jarang” atau lahan kritis.

“Kelestarian tanah dan keanekaragaman Hayati lainnya hanya mungkin terjadi jika kita menggunakan bahan alami, dan dalam kontek pertanian, ya, menggunakan Pupuk Organik,” tutupnya.  (PSE Keuskupan Ruteng, Romo Beny Jaya/Alfan Manah)  

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password