breaking news New

DINKES MANGGARAI CANANGKAN PEMBERIAN OBAT MASSAL KAKI GAJAH

RUTENG, Kabarnusantara.net – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Manggarai telah memulai pencanangan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) penyakit Kaki Gajah. Apalagi Kabupaten Manggarai adalah salah satu daerah endemic Kaki Gajah.

Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai mencatat sedikitnya terdapat 20 kasus penyakit Kaki Gajah yang terdeteksi dengan rincian di Kecamatan Reo ada 13 kasus, Ruteng 2 kasus, sisanya di 5 kecamatan masing-masing 1 kasus Kaki Gajah.

Demikian dikatakan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai, dr.Yulianus Weng,M.Kes di Kantor Dinas Kesehatan Kabupaten Manggarai di Ruteng, Selasa, 4/10/2016.

Dikatakannya, sepanjang bulan Oktober akan dilakukan Pemberian Obat Massal Pencegahan (POMP) penyakit Kaki Gajah atau yang kami sebut dengan Bulan Eliminasi Kaki Gajah (Belkaga). Kegiatan ini akan dilakukan di semua Puskesmas dan seluruh sekolah hingga Perguruan Tinggi di Manggarai.

“Karena ini Program Nasional maka pemberian obat Kaki Gajah dilaksanakan serempak sepanjang bulan Oktober setiap tahunnya mulai tahun 2016 hingga tahun 2020 dengan usia intervensi 2 tahun hingga 70 tahun,” Ungkap Weng.

Yulianus Weng juga menjelaskan bahwa salah satu efek setelah minum obat cacing Filiriasis adalah rasa mengantuk yang hebat.

“Tingkat rasa kantuknya tergantung banyak tidaknya cacing dalam perut. Saya saja mengantuk. Pegawai yang mengantuknya panjang bisa jadi orang tersebut banyak cacingnya,” Kata Kadis Weng sembari menjelaskan efek mengantuk dari obat Kaki Gajah bisa berlangsung selama 48 jam.

Hari pertama POMP Kaki Gajah bertempat di halaman Kantor Bupati Manggarai dengan peserta seluruh pegawai Pemda. Dari pantauan, pimpinan dan staf masing-masing Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) serempak menenggak empat pil obat pembunuh cacing Filariasis jenis DEC dan Albendazole sekaligus.

“Kita minumnya serempak. Pertama Sekda, para Asisten dan Staf Ahli serta pimpinan SKPD disusul staf. Saya ingatkan agar jangan ada yang tidak minum,” Ucap Sekertaris Daerah (Sekda) Manseltus Mitak memimpin POMP Belkaga itu.

Namun tak lama setelah bubar, hampir semua mengeluh kantuk. Bahkan saat melaksanakan aktifitas perkantoran pun para pegawai terlihat menguap tiada henti. 

“Ini sepertinya efek obat cacing. Bawaan mengantuk terus bikin kerja tidak fokus. Apalagi efek obat Kaki Gajah berbetulan dengan turunya hujan lebat yah lama-mama kita tidur di kantor,” Ujar salah seorang Staf di Kantor Bupati.

Kaki Gajah adalah suatu penyakit dari infeksi cacing. Penyebab penyakit kaki gajah yang paling utama disebabkan oleh cacing filaria diantaranya adalah Wuchereria Bancrofti, Brugia Malayi, Brugia Timori yang ditularkan oleh berbagai jenis nyamuk. cacing ini menyerupai benang dan hidup dalam tubuh manusia terutama dalam kelenjar getah bening dan darah. Cacing ini dapat hidup dalam kelenjar getah bening manusia selama 4 – 6 tahun dan dalam tubuh manusia cacing dewasa betina menghasilkan jutaan anak cacing (microfilaria) yang beredar dalam darah terutama malam hari.

Penyakit ini bersifat menahun (kronis) dan bila tidak mendapatkan pengobatan dapat menimbulkan cacat menetap berupa pembesaran kaki, lengan dan alat kelamin baik perempuan maupun laki-laki. 

Penyakit ini masuk kategori penyakit menular. Sedangkan cara penularannya melalui gigitan nyamuk yang mengandung larva cacing filaria. Di dalam tubuh manusia yang digigit nyamuk tadi cacing filarial ini berkembang biak dan menyebabkan pembengkakan pada bagian tubuh penderita.(Alfan/Hip/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password