breaking news New

AE Priyono: Partai-Partai di Indonesia Mengambang, Tidak Punya Basis Sosial

Cipanas, kabarnusanta.net – AE Priyono, dari Public Virtue Istitute memaparkan bahwa partai politik di Indonesia tidak punya landasan sosial yang kuat. Hal itu disampaikan Priyono dalam Kelas Politik Cerdas Berintegritas (PCB) – Program Dukungan Pembentukan Integritas bagi Masyarakat Politik – di Cipanas, Jawa Barat pada Rabu (05/10/2016) pagi.

“Partai kita (Indonesia. Red) mengambang karena tidak punya basis sosial. Partai-partai kita sebagian dibangun oleh oligark lama, produk orde baru. Mereka hanya mencari peluang di sistem kompetisi elektoral sekarang ini. Partai kita tidak pernah punya visi moral. Mereka menganggap korupsi adalah lazim.“ Jelasnya

Menurutnya, partai politik sekarang ini tidak berfungsi sebagaimana seharusnya untuk memperjuangkan aspirasi masyarakat umum.

“Partai adalah lembaga yang menambung aspirasi publik. Di indonesia praktiknya tidak seperti itu, hanya berkompetisi untuk merebut peluang-peluang anggaran negara,” tegas Priyono.
Ia juga mempertanyakan praktik di Indonesia yang menyimpang dan dikuasai oleh kelompok kecil.

“Demokrasi yang dipraktikan di Indonesia adalah demokrasi yang mengalami distorsi, menjadi plutokrasi. Plutokrasi indonesia dikuasai dan dimonopoli oleh kelompok kecil elite yang berasal dari partai politik dan pengusaha,” jelas Priyono dalam diksusi bertema “Politik dan Korupsi” di hadapan peserta kelas PCB.

Ia bahkan meragukan Indonesia sebagai negara demokrasi. Menurutnya, ada pergeseran luar biasa dalam sistem demokrasi Indonesia.

“Siapa bilang sistem politik kita demokrasi?. Sejak 2004 demokrasi oligarkis indonesia berubah menjadi oligarkis elektoral. Ini sejenis oligarki partai politik yang ingin merebut kekuasaan melalui kompetisi elektoral demokrasi elitis,”tegasnya

Menurutnya “kaum oligarki yang lahir dari zaman orde baru, menyusup dan diam-diam merebut posisi. Inilah manfaat demokrasi bagi mereka. Mereka terdesentralisasi ke dalam multi polaritas persaingan kaum elite yang menguasai partai-partai”.

Partisipasi Politik

Merespon kondisi demokrasi yang tidak ideal sekarang ini, Priyono mendorong partisipasi politik kaum muda.

“kaum muda memiliki semangat yang sangat kuat dalam membuat blok-blok pembatas bagi kesewenang-wenangan penguasa,” ungkapnya.

Menurutnya, cara lain sebagai bentuk partisipasi politik adalah membangun basis politik pada tingkat lokal.

“Paham Konvensial mengenai demokrasi adalah pemusatan kekuasaan di tingkat nasional. Namun, dalam paham poliarki, demokrasi dibangun dari bawah pada tingkat lokal yang bertujuan untuk membangun basis sosial demokrasi,” ungkap Direktur Riset pada Public Virtue Institute tersebut. (Hipatios/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password