breaking news New

KADES WEWO PERTANYAKAN DANA CSR PLTP ULUMBU

RUTENG, Kabarnusantara.net-Kepala Desa (Kades) Wewo, Kecamatan Satarmese, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT, mempertanyakan dana CSR (Corporate Social Responsibility, red) atau tanggung jawab sosial perusahaan PT. Indonesian Power dan PT.Cogindo yang adalah anak perusahaan PT. PLN Persero, pengelola PLTP Ulumbu. 

“Kami mempertanyakan dana CSR yang semestinya diberikan pihak perusahaan kepada warga empat desa di sekitar PLTP Ulumbu. Tanggung jawab sosial perusahaan itu sangat rendah. Ini bom waktu pak. Semua kegiatan bhakti sosial yang kami lakukan dengan mengundang pihak PLTP Ulumbu, mereka tidak pernah terlibat,” ujar Kepala Desa Wewo, Petrus M. Ragat, kepada wartawan, Rabu, 5 Oktober 2016, di Kantor Desa Wewo. 

Kades Ragat mengakui bahwa pihak perusahaan pengelola PLTP Ulumbu pernah sekali membantu pihaknya dalam pembangunan rumah adat Gendang Wewo. Namun pihaknya tetap mempertanyakan CSR bagi warga empat desa di sekitar PLTP Ulumbu yang telah dengan suka rela memberikan sejumlah bidang tanah bagi dibangunnya PLTP Ulumbu. Adapun empat desa sekitar PLTP Ulumbu antara lain, Desa Wewo, Desa Wae Ajang, Desa Lungar dan Desa Mocok. Bahkan, menurutnya, Desa Lungar dan Desa Mocok, hingga saat ini belum menikmati listrik.

Dikisahkannya pula, bahwa pihak PLN pernah menjanjikan meteran listrik gratis, namun sayangnya, hanya 20 rumah yang memperoleh meteran gratis di wilayah itu.

Namun Ia tetap berharap, pihak perusahaan memikirkan nasib anak-anak mereka yang putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan studi mereka ke Perguruan Tinggi.    

“Kami ingin dana CSR juga memperhatikan pemberdayaan masyarakat sekitar terutama buat anak-anak kami yang putus sekolah dan tidak dapat melanjutkan studinya ke perguruan tinggi lantaran ketiadaan biaya,” harapnya.

Pihaknya juga mempertanyakan janji dari PLN Pusat saat akan dibangunnya PLTP Ulumbu beberapa tahun silam bahwa pihak PLN akan memprioritaskan tenaga kerja local. Janji itu kembali didengungkan Menteri BUMN ketika itu, pak Dahlah Iskan, pada saat peresmian uji pengoperasian PLTP Ulumbu 2 kali 2,5 Mega Watt, tanggal 11 November 2011 lalu. Namun janji hanya tinggal janji.

Menurut Kades Ragat, Dahlan Iskan ketika itu menegaskan kepada perwakilan warga empat desa sekitar PLTP Ulumbu yang hadir, bahwa pihak PLN akan memprioritaskan perekrutan tenaga kerja local sekitar area Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi itu.

Namun kenyataannya, ujar Kades Ragat, hingga beberapa tahun terakhir pihak pengelola PLTP Ulumbu tidak memenuhi janjinya untuk merekrut tenaga kerja local dari wilayah itu.

“Beberapa tahun terakhir ini, pihak pengelola PLTP Ulumbu mengumumkan akan menerima karyawan baru. Bahkan pengumuman itu juga disampaikan kepada pihak masyarakat dan pemerintah desa di sekitar PLTP Ulumbu. Pamflet pun disebarkan. Namun ketika warga kami mengajukan lamaran, dan mengikuti proses seleksi, tidak ada satu pun yang diterima,” ujarnya kesal. 

Pihaknya mengakui ada sejumlah posisi yang ditempati warganya di PLTP Ulumbu, namun jumlahnya hanya segelintir orang. Ia juga mengkritik tenaga kerja yang menduduki posisi security atau Satpam yang diduduki oleh orang dari luar wilayahnya.

“Kalau tenaga kerja dibidang teknis, ya kami bisa maklumi, tetapi posisi security pun mereka rekrut orang dari luar,” ujarnya dengan nada kecewa. (Alfan Manah/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password