breaking news New

Rumah Sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Papua Diteror Bom, Beginilah Kronologinya

Jakarta, Kabarnusantara.net –Perumahan BTN Skyline Kotaraja, Jayapura, Papua “geger”, pasalnya rumah sekretaris DPD Partai Golkar Provinsi Papua Martinus Anthon Werimon mengalami serangan teror pada Kamis (13/10/2016) dini hari.

Kronologi berawal saat Martinus Anthon Werimon mengikuti sidang di Panwaslu Kota Jayapura pukul 21.00 WIB, Rabu (12/10/2016) sebagai saksi penetapan calon walikota dan wakil walikota Jayapura mewakili pasangan Benhur Tomi Mano-Rustam Saru (BTM-HARUS).

Usai dari Panwaslu Kota Jayapura, Martinus Anthon Werimon mengikuti rapat di Kantor DPD Partai Golkar Provinsi Papua dan dilanjutkan bertemu ketua tim pemenangan pasangan BTM-HARUS di Hotel Grand Abe Jayapura.

Setelah menyelesaikan agendanya, Martinus Anthon Werimon sampai di rumah sekitar pukul 01.00, Kamis (13/10/2016) dan langsung istirahat.

Tak berapa lama Martinus Anthon Werimon dibangunkan oleh anaknya karena terdengar ledakan di luar rumah.

Saat mengecek kondisi bagian depan rumahnya ia menemukan kerusakan di pagar rumah, atap seng, lantai.

Mobil milik Martinus Anthon Werimon berjenis Avanza Veloz dengan nomor polisi DS 1249 AM mengalami retak di bagian kaca belakang.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri, Kombes Martinus Sitompul mengatakan Martinus Anthon Werimon telah melakukan pelaporan Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu Polsek Abepura pukul 03.00, Kamis (13/10/2016).

“Polsek Abepura dipimpin Pawas Ipda Y Wudu dan Kepala SPKT Aiptu Yarona membenarkan telah terjadi aksi teror di rumah Martinus Anthon Werimon,” ungkap Kombes Martinus Sitompul.

Martinus Sitompul mengatakan pihak Polsek Abepura mendapatkan beberapa barang bukti dari lokasi kejadian seperti potongan-potongan plastik warna biru salam keadaan hangus, plastik bening dengan noda di bagian tengah serta berbau belerang, keser kaki warna hijau dengan bekas terbakar di ujung, dan bekas lelehan besi.
Martinus Sitompul mengatakan Polsek Abepura juga telah memeriksa satu saksi dan pelapor.

“Pelapor merasa teror yang terjadi berkaitan dengan kiprahnya di dunia politik. Ia perlu membuat laporan karena merasa keamanannya terganggu,” kata Martinus Sitompul pada wartawan.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password