breaking news New

Fidelis Ajak Warga Jauhkan Politik Uang

RUTENG, Kabarnusantara.net – Kampanye Pilkades hari pertama di Desa Rai, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT, calon nomor urut 1, Fidelis Genggong mengajak warga pemilih untuk dapat menggunakan hak pilihnya secara baik dan benar.

“Gunakan hak pilih bapak, ibu, saudara dan saudariku secara baik dan benar. Karena suara kita semua sangat menentukan arah pembangunan Desa Rai ke depan. Hindari perjudian, praktek politik uang dan jual beli suara,” ungkapnya di Halaman Gendang Rai Sale, Rabu, 19/10/2016.

Hal itu diungkapkannya terkait maraknya fenomena taruhan dalam Pilkades. Ia juga mengajak warga desa untuk tidak terlibat dalam praktek politik uang, judi, dan jual beli suara.

“Waspadalah terhadap kerja orang-orang yang mau membagi-bagikan uang saat ini, karena pada gilirannya ketika terpilih, yang bersangkutan akan mengambil hak-hak masyarakat di desa ini. Jangan sampai kita pertaruhkan harga diri kita dengan uang 50 ribu atau 100 ribu,” ungkapnya.

Dengan visi terbangunnya masyarakat Desa Rai yang adil, makmur, mandiri, sejahtera dan berbudaya, Fidelis Genggong melangkah pasti dalam pemilihan Kepala Desa Rai yang akan dilangsungkan pada 1 November 2016 mendatang itu.

Ia mengatakan, visinya membangun Desa Rai didasarkan pada kondisi obyektif Desa Rai yang memiliki sumber daya manusia, sumber daya alam dan modal sosial yang cukup.

Delis, begitu ia disapa, meyakini bahwa semua potensi yang dimiliki Desa Rai hanya mungkin dikelola secara maksimal ketika warga secara bahu-membahu dan bergotong royong membangun desa.

Pada kondisi itu, ujarnya, Pemerintah Desa wajib memfasilitasi dan mendorong terbangunnya modal sosial yang kuat dalam rangka cipta kondisi yang memungkinkan seluruh sumber daya dikelola secara maksimal. Modal sosial kita umumnya di Manggarai, khususnya di Desa Rai adalah masih lestarinya Adat Istiadat Manggarai dan Budaya Lonto Leok (Budaya Duduk Melingkar bermusyawarah, red).

“Modal sosial ini menjadi dasar bagi Pemerintah Desa bersama seluruh warga desa membangun Desa Rai menjadi Desa yang maju, mandiri dan sejahtera. Apalagi kemandirian kita di desa ini berurat akar pada adat istiadat Manggarai yang tetap lestari,” ungkapnya.

Pemerintah Desa dalam hal ini wajib mengangkat kembali nilai-nilai kolektif desa dan budaya musyawarah mufakat dan gotong royong serta nilai-nilai manusia yang tekun, bekerja keras, sederhana, serta punya daya tahan. Selain itu lingkar budaya Desa bertumpu pada bentuk dan pola komunalisme, kearifan lokal, keswadayaan sosial, teknologi tepat guna, kelestarian lingkungan, serta ketahanan dan kedaulatan lokal, hal ini mencerminkan kolektivitas masyarakat di Desa Rai.

Ia juga berkomitmen melanjutkan program-program yang telah dilaksanakan oleh pemerintah Desa Rai, memberdayakan semua potensi yang ada, dan menciptakan kondisi Desa Rai yang aman, tertib, dan rukun serta berpegang teguh pada prinsip duduk sama rendah dan berdiri sama tinggi dan berat sama dipikul, ringan sama dijinjing.

Ketika dipercayakan memimpin Desa Rai, ia berupaya mengoptimalkan pelayanan sosial kemasyarakatan Desa Rai yang prima, cepat, tepat dan benar. Adapun program nyata yang akan dibuatnya adalah menghidupkan kembali sumber-sumber irigasi desa yang sudah tidak dimanfaatkan untuk dapat menunjang perekonomian masyarakat di bidang pertanian. Ia juga akan memperbaiki dan membangun sejumlah sarana dan prasarana desa dengan pola padat karya, dan membuka seluas-luasnya partisipasi seluruh masyarakat Desa Rai. Salah satu yang akan dijadikan prioritas utama adalah memperbaiki jembata Wae Rempo yang kondisinya sudah memprihatinkan.

Ia juga bertekad membangun Desa Rai yang mandiri. Desa mandiri itu, ujarnya, mencerminkan kemauan masyarakat desa yang kuat untuk maju, dihasilkannya produk atau karya desa yang membanggakan dan kemampuan desa memenuhi kebutuhan-kebutuhannya. Dalam istilah lain, sesa mandiri bertumpu pada karsa, karya, dan sembada. Jika Trisakti Desa ini dapat dicapai maka desa itu disebut sebagai desa berdikari.

“Karsa, karya, dan sembada desa mencakup bidang ekonomi, budaya dan sosial yang bertumpu pada tiga daya yakni berkembangnya kegiatan ekonomi desa dan antar desa, makin kuatnya sistem partisipatif desa, serta terbangunnya masyarakat di desa yang kuat secara ekonomi dan sosial-budaya serta punya kepedulian tinggi terhadap pembangunan serta pemberdayaan desa.” Tandasnya.

Sementara, Kepala Desa Ranggi, Agustinus Ceha yang turut hadir pada kesempatan itu mengapresiasi berjalannya kampanye hari pertama secara aman dan tertib di wilayah itu.

“Aman dan tertibnya kampanye hari pertama menunjukan kedewasaan warga dalam berdemokrasi di tingkat desa. Ini yang patut kita apresiasi,” ungkapnya.

Adapun para calon yang maju dalam pemilihan Kepala Desa Rai antara lain calon nomor urut 1 Fidelis Genggong, nomor urut 2, Marselina Yustina Mekar, nomor urut 3, Ardianus Sunarto. Pemilihan Kepala Desa Rai akan diikuti oleh 1475 pemilih.

Sedangkan desa lain yang melaksanakan Pilkades di Kecamatan Ruteng antara lain, Desa Cumbi, Desa Dalo, Desa Bangka La’o, dan Desa Belang Turi. (AM/HIP/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password