breaking news New

“Positif Menembus Batas”, Persembahan dari Manggarai untuk Indonesia

RUTENG, Kabarnusantara.Net – Forum Orang Muda Manggarai menggelar Festival Seni dan Budaya sejak tanggal 22 Oktober hingga 30 Oktober 2016 mendatang di alun-alun kota Ruteng tepatnya di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT.

Festival yang mengambil tema “Positif Menembus Batas” ini mengikutsertakan hasil-hasil karya seniman dari berbagai penjuru tanah air, diantaranya hasil karya seniman asal Flores, Papua, Ambon, Ternate, Bali, Lombok, Kalimantan, Jawa, Bandung, Bogor dan Jakarta . Karenanya festival seni dan budaya ini cukup menyedot perhatian pemerhati dan pencinta seni di seantero jagad NTT.

Adapun beberapa item kegiatan yang digelar antara lain: pameran foto dan lukisan; pesta lukis anak; lomba Matematika dan IPA; Workshop membatik motif Manggarai; Aksi Grafiti dan Mural; Diskusi Budaya; Pementasan Hari Sumpah Pemuda; Malam Festival Seni dan Budaya Manggarai; dan ditutup dengan lelang karya.

Ketua Panitia Festival Seni dan Budaya Manggarai, Tiransius Kamilus Otwin Wisang mengatakan setidaknya ada empat hal yang bakal menjadi tren dalam skema festival seni dan budaya ini.

Pertama adalah pertemuan antara seni budaya dengan teknologi dan sains. Anggapan bahwa kemajuan teknologi menghambat seni budaya mulai ditinggalkan. Nyatanya, teknologi dan sains bisa dipakai dalam berkesenian. Dari sana, dapat tercipta wujud seni budaya yang tak pernah diperkirakan sebelumnya.

Kedua, kesenian masih akan terkait erat dengan sejarah dan isu sosial politik. Ini memang bukan hal yang baru, tapi tetap relevan. Proses menggugat sejarah lewat kesenian bakal terus terjadi. Karya seni yang penuh satire diperkirakan masih akan jamak ditemukan. Seni diharapkan bisa menjadi alat mengekpresikan protes dan meningkatkan kesadaran masyarakat.

Selain itu, festival ini juga ingin mendukung wacana untuk lebih melibatkan Indonesia timur dalam skema seni budaya nasional. Sudah muncul kesadaran bahwa memusatkan diri di Jakarta dan Jawa saja hanya akan menjadi bunuh diri bagi seni budaya Indonesia.

Karya seni, seniman, maupun penyebaran informasi dan referensi kesenian ke Indonesia timur bakal makin gencar di tahun-tahun mendatang ini. Terakhir, seni budaya Indonesia diramalkan bakal semakin go international pada tahun-tahun mendatang.

“Dengan dibentuknya Badan Ekonomi Kreatif (Bekraf) tahun lalu, menjadi tonggak penting bagi seni budaya kita. Eksplorasi berbagai bentuk seni budaya asal Indonesia akan kian masif dilakukan. Hal itu diiringi dengan upaya mengenalkan seni budaya Indonesia ke masyarakat dunia, khususnya kita orang Indonesia Timur yang festival seninya dibungkus festival budaya dan adat istiadatnya,” ujarnya.

Festival ini, ujar Otwin, juga menjadi panggung bagi anak muda pencinta seni memamerkan hasil karyanya seperti, foto, lukisan, puisi, tarian tradisional, drama dan kerajinan tangan.

Ia pun melibatkan komunitas seniman muda di Manggarai, dari segala lapisan usia, mulai dari anak-anak sekolah, mahasiswa, pemuda, komunitas lembaga adat, sanggar-sanggar tarian, komunitas seni, dan sejumlah LSM dan pemerhati seni dan budaya Manggarai.

Ia berharap, festival ini menjadi ajang yang rutin dilaksanakan hingga terus melahirkan generasi seniman-seniman baru di Manggarai dan membangkitkan kecintaan generasi muda akan seni dan budaya daerah Manggarai dan budaya Nusantara.

Soal keterlibatan anak-anak dalam berkesenian, Otwin mengatakan kesenian bukan lagi soal bagaimana membuat karya, tetapi bagaimana mengalami karya.

“Anak-anak perlu didekatkan dengan karya. Carut marut kehidupan, persaingan, dan konflik kepentingan harus dilebur dalam kesenian,” ungkapnya.

Menurut Otwin, begitu ia disapa, kesenian adalah jalan peradaban, bisa menjadi jalan pulang menemukan diri, bisa menjadi pintu masuk kebijaksanaan, dan bisa menjadi tujuan kesempurnaan.

Pantauan Kabarnusantara.net, festival itu juga ramai dikunjungi para pencinta seni di wilayah itu. Tampak pula sejumlah wisatawan asing yang turut menikmati pameran karya lukisan dan foto. (AM/HIP/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password