breaking news New

42 Desa Gelar Pilkades Serentak, Akurasi Data dan Judi Jadi Potensi Kerawanan

Ruteng, kabarnusantara.net – Sebayak 42 desa di Kabupaten Manggarai, Propinsi Nusa Tenggara Timur, menggelar Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) secara serentak pada 1 November 2016.

Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD), Yos Th Nono kepada kepada kabarnusantara.net di Ruteng, Senin, 31/10/2016, mengatakan dari 145 desa yang ada di Kabupaten Manggarai, 42 diantaranya akan menyelenggarakan Pilkades secara serentak. Sedangkan Calon Kepala Desa yang ikut berlaga dalam Pilkades kali ini berjumlah 151 orang.

Dikatakan Nono, logistic seperti kotak suara, surat suara dan logistic lainnya sudah didistribusikan pihaknya sejak Senin, 31 Oktober 2016, pukul 06:00 WITA dengan pengawalan ketat aparat kepolisian Polres Manggarai. Ia memastikan bahwa tidak ada masalah terkait distribusi logistic Pilkades.

Terkait potensi kerawanan, Nono menjelaskan bahwa potensi kerawanan itu ada pada kurang akuratnya DPT (Daftar Pemilih Tetap, red) dan judi atau taruhan siapa kalah dan siapa menang. 

Dari sisi aturan, panitia tidak boleh mengakomodir pemilih diluar DPT atau pemilih yang datang ke TPS hanya dengan bermodalkan KTP.

Menurut Nono, penetapan DPT dilakukan bersama para calon kepala desa, sehingga tidak ada alasan kepala desa mengkomplain DPT. Sebelum DPT ditetapkan, proses dari DPS (Daftar Pemilih Sementara, red) ke DPT itu menghabiskan waktu 4 bulan.

Dicontohkannya, sejumlah warga dari Desa Golo Langkok, Kecamatan Rahong Utara melaporkan ke pihaknya bahwa ada 30 wajib pilih yang tidak terdaftar di DPT dari 1440 pemilih. Demikian pun Desa Compang Dalo, Kecamatan Ruteng, salah satu calon kepala desa mengkomplain akurasi data pemilih.  

Sedangkan terkait judi, pihaknya telah menyerahkan kepada pihak kepolisian agar mengantisipasi potensi kerawanan dan mencegah terjadinya taruhan di Pilkades. Namun jika tetap ditemukan oknum warga yang melakukan tindak pidana judi pada pilkades kali ini, pihak kepolisian akan menindak tegas. Dia juga mengingatkan para calon Kepala Desa agar menghindari praktek money politic.

“Saya ingatkan para calon untuk tidak membagi-bagi uang untuk membeli suara. Karena jika terbukti secara sah dan meyakinkan yang bersangkutan melakukan praktek money poltic, maka yang bersangkutan dinyatakan gugur,” tegasnya.

Berdasarkan data yang dihimpun, calon kades yang berlaga pada Pilkades tahun ini didominasi calon berpendidikan SMU. Calon dengan pendidikan SMU sebanyak 77 orang dan yang berijazah paket B dan C sejumah 44 orang. Sedangkan yang berijazah S1 21 orang, S2 1 orang dan yang diploma 8 orang. (Alfan/HWL/KbN)

422 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password