breaking news New

Korea Selatan: Forum Tentang Perampasan Organ Hidup Yang Disetujui Negara Diadakan di Majelis Nasional

24 Okt. 2016 | Oleh: praktisi Falun Gong

Korea Selatan, Kabarnusantara.net-Pengacara Kanada David Matas dan reporter Amerika Ethan Gutman diundang untuk berpartisipasi dalam sebuah forum di Majelis Nasional Korea Selatan pada 13 Oktober 2016. Forum difokuskan pada pembunuhan massal Tiongkok terhadap tahanan hati nurani, terutama praktisi Falun Gong, demi organnya. Anggota Majelis Nasional, siswa-siswa dari sekolah kedokteran dan hukum, dan wartawan televisi dan media lainnya menyaksikan film dokumenter Human Harvest.

Sebuah forum di Majelis Nasional Korea Selatan berfokus pada pembunuhan massal Tiongkok demi organ dari tahanan hati nurani yang diadakan pada tanggal 13 Oktober 2016.
Film ini disutradarai oleh pembuat film Vancouver Leon Lee, mengikuti karya investigasi pengacara David Matas dan mantan anggota Parlemen Kanada David Kilgour tentang pembunuhan Partai Komunis Tiongkok (PKT) terhadap praktisi Falun Gong demi organnya.

Matas menekankan dalam forum bahwa kekejaman pengambilan organ telah berlanjut selama lebih dari sepuluh tahun. Dia mengatakan bahwa tujuan perjalanannya adalah untuk mengeksplorasi strategi guna menghentikan pengambilan organ hidup oleh PKT dari praktisi Falun Gong dan tahanan hati nurani lainnya. Dia juga meminta pemerintah Korea Selatan untuk menyelidiki isu orang Korea Selatan yang pergi ke Tiongkok untuk transplantasi organ, dan ia mendesak Majelis Nasional untuk meloloskan sebuah resolusi untuk membantu mengakhiri pengambilan organ hidup.

David Matas dan David Kilgour merilis laporan investigasi mereka pada pembunuhan massal PKT demi organ pada tahun 2006. Mereka dan Ethan Gutman merilis laporan investigasi terbaru, Bloody Harvest / The Slaughter – an Update, pada bulan Juni tahun ini.

Konferensi pers yang meliputi laporan baru diselenggarakan di Washington DC, Ottawa, dan Brussels. Laporan ini menganalisis secara rinci beberapa ratus rumah sakit transplantasi organ di Tiongkok, serta laporan media, artikel jurnal medis, dan situs-situs rumah sakit, termasuk arsip-arsip situs yang datanya telah dihapus ketika kekejaman pengambilan organ terungkap. Kesimpulannya adalah bahwa ada 60.000 sampai 100.000 kasus transplantasi organ di Tiongkok setiap tahun, bukan 10.000 kasus seperti yang diklaim oleh pemerintah Tiongkok.

Keterlibatan Orang Korea Selatan dalam Perdagangan Organ Ilegal Tiongkok

Laporan investigasi terbaru mengungkapkan bahwa orang Korea Selatan adalah pelanggan di luar negeri yang paling sering transplantasi organ di Tiongkok, dan rumah sakit Korea Selatan terlibat. Setidaknya 3.000 warga Korea Selatan menerima operasi di Rumah Sakit Pusat Nomor satu di Tianjin dari 2002-2005.

The Central Times, salah satu dari tiga media terbesar, mengungkapkan bahwa dokter Korea Selatan berkolusi dengan orang Tiongkok Korea dalam memperkenalkan pasien ke rumah sakit Tianjin pada 22 Juli.

Ethan Gutman memperkenalkan beberapa negara, termasuk Israel, Spanyol, Taiwan, dan Italia, telah mengeluarkan undang-undang yang melarang warga pergi ke Tiongkok untuk transplantasi organ. Korea Selatan memiliki respons yang lambat dalam masalah ini. Dia meminta majelis untuk mengambil tindakan.

Perampasan Organ Hidup Adalah Isu Terbuka

Peserta mengajukan pertanyaan tentang pengambilan organ hidup. Seorang mahasiswa menyatakan, “Saya tanya para mahasiswa Tiongkok tentang pengambilan organ hidup. Karena ini berhubungan dengan Falun Gong, mereka mengelak.”

Matas mengatakan ini adalah masalah terbuka. Dia mencontohkan tentang wawancaranya dengan Walikota Taipei Ko Wen-je, mantan seorang dokter. Ko mengatakan ia pergi ke daratan Tiongkok pada tahun 2004 dan menemukan bahwa terpidana mati berada dalam kesehatan yang buruk. Banyak narapidana menderita hepatitis. Rumah sakit yang ia kunjungi menyuruhnya untuk istirahat dan menjamin, karena organ untuk transplantasi berasal dari praktisi Falun Gong, yang sehat. Ko terkejut, dan memutuskan untuk memublikasikannya sehingga lebih banyak orang yang tahu tentang hal itu.

Matas menunjukkan bahwa media dikontrol ketat di Tiongkok. Orang-orang Tionghoa yang tinggal di daratan tidak tahu banyak fakta. Di Tiongkok, siapa pun yang berbicara untuk hak asasi manusia akan menjadi korban. Dia mengatakan bahwa pengacara HAM Gao Zhisheng secara brutal dianiaya karena berbicara untuk Falun Gong.

Seorang pekerja sosial mengemukakan bahwa korban dalam film dokumenter semua praktisi Falun Gong, yang dapat diartikan bahwa semua yang menjadi korban pengambilan organ adalah praktisi.

Gutman mengatakan ia tidak bekerja untuk Falun Gong tapi penyelidikannya menunjukkan bahwa terlalu banyak praktisi menjadi korban pengambilan organ hidup. Dia juga menekankan bahwa Falun Gong adalah fokus global meskipun perdagangan organ ilegal terjadi di negara lain.

Direktur Reporter Forum: Jangan Hanya Diam

Kim Yoon-ho, direktur reporter forum di Majelis Nasional Korea Selatan, mengatakan dalam forum, “Di Tiongkok, penganiayaan terhadap Falun Gong adalah masalah hak asasi manusia yang sangat besar, yang melibatkan politik, masyarakat, budaya, dan moralitas. Film dokumenter membuat saya jadi terkejut. Pengambilan organ hidup sulit dibayangkan. Itu tidak dilakukan untuk hewan, apa lagi manusia. Kebiadaban tersebut adalah kejahatan kejam.”

Di akhir dia mengatakan, “Pulau Yeouido adalah pusat politik di Korea Selatan. Majelis Nasional ada di sini. Sekarang semua orang di sini. Saya harap ini adalah awal yang baik untuk memanfaatkan kekuatan politik di pulau ini untuk berkontribusi pada perbaikan hak asasi manusia di Tiongkok dan negara-negara lainnya.

“Dunia ini satu tubuh. Saya berharap bahwa setiap orang tidak akan tinggal diam. Kita harus bekerja sama supaya lebih banyak orang menaruh perhatian tentang masalah ini.”(KbN)

(SUMBER : id.minghui.org)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password