breaking news New

Mengenal Magnetic Strip, Pita Hitam pada Kartu ATM dan Sejenisnya

Kabarnusantara.net – Di era kemajuan teknologi ini ternyata masih ada saja hal-hal kecil yang kita tidak tahu bahwa apa sebenarnya yang terdapat didalamnya. Kartu ATM/Kredit atau sejenisnya memiliki “Magnetic Strip” yang mana kalau dilihat secara kasat mata berupa garis hitam, sehingga secara teknikal kartu ATM dan sejenisnya disebut Magnetic Strip Card. Dan orang awam seperti saya pun pasti sudah menduga bahwa di garis hitam tersebut kartu dapat terbaca apabila di gesek pada mesin EDC (Electronic Data Capture), misalnya masuk ke mesin ATM. Ya memang benar pernyataan tersebut! Namun saya akan coba menjelaskan lebih dalam dari Magnetic Strip itu sendiri.

Magnetic Strip Card merupakan sejenis kartu yang mampu menyimpan data dengan memodifikasi medan magnet dari partikel-partikel besi sangat kecil di dalamnya yang berbasis magnet pada sebuah pita berbahan magnet. Pada pita magnet (magnetic strip) tersebut terdapat 3 track yang digunakan untuk menyimpan informasi.

– Track 1 dan track 3 dapat merekam 210 BPI (Bit per Inch)

– Track 2 dapat merekam 75 BPI (Bit per Inch)

Pada umumnya track 1 dan 2 saja yang berisi informasi, baik identitas pengguna maupun informasi lainnya yang dibutuhkan untuk verifikasi pengguna, sedangkan track 3 jarang digunakan.

Pada saat pertama kali diprogram kartu ATM kita, maka secara otomatis partikel-partikel kecil magnet yang ada di dalam akan menyesuaikan dengan informasi yang direkam, dengan metode enkripsi tertentu. Saat dibaca oleh magnetic reader/sencor saat dilakukan penggesekan kartu, maka akan terlihat seperti baris-baris barcode dengan kerapatan beragam yang mewakili encoding biner informasi yang terekam. Magnetic sencors mengidentifikasi perubahan-perubahan fluks magnet dari kartu. Fluks magnet dihasilkan dari baris-baris partikel-partikel magnet yang terkandung di dalam strip magnet, yang kemudian menghasilkan kode biner.

Pertanyaan – pertanyaan yang muncul

Q: Kalo kena magnet bisa tidak terbaca ?

A: Mungkin sedikit sudah ada clue dari penjelasan di atas, dimana magnetic strip terbuat dari partikel-partikel magnet yang tentunya dapat dipengaruhi kembali oleh benda magnet.

Namun tidak serta-merta jika kartu ATM terkena magnet langsung dapat rusak. Dari hasil percobaan yang dilakukan seseorang, diketahui bahwa bukan hanya besarnya daya magnet yang dapat mempengaruhi, namun lama dan seringnya pemaparan yang mempengaruhi. Walau dipaparkan pada magnet paling besar pun (yang digunakan untuk mengangkat benda-beda rongsokan) tidak dapat merusak atau menghapus data pada kartu, jika dipaparkan dalam waktu singkat.

Pada klip video yang saya ambil dari Youtube di atas, telah dilakukan percobaan dengan 3 jenis magnet yang dipaparkan pada 3 kartu kredit.

1. Kartu kredit digosokkan dengan magnet hiasan kulkas dalam waktu yang cukup.

2. Kartu kredit digosokkan dengan magnet agak besar (dengan daya tarik 75 pounds) dalam waktu yang cukup.

3. Kartu kredit dipaparkan pada magnet yang sangat besar, tidak di gosok (karena tidak sempat).

Dari percobaan tersebut, bahwa hanya pada percobaan nomor 2 yang menyebabkan kartu kredit tidak dapat terbaca. Hah! bingung kan? Padahal ada magnet yang sangat besar yang biasa digunakan untuk mengangkan besi-besi besar.

Hal tersebut terjadi karena pada percobaan nomor 3, walau sebesar apapun daya magnet yang mempengaruhi jika tidak dipaparkan dalam waktu yang cukup lama dan tidak dilakukan perubahan fluks secara disengaja, maka partiket magnet yang ada di dalam kartu akan tetap pada posisinya, karena cukup kuatnya partikel magnet mempertahankan posisinya.

Pada akhirnya, untuk membuktikan bahwa lamanya pemaparan magnet yang mempengaruhi. Dilakukan percobaan lagi, dengan magnet yang paling lemah sekalipun (magnet hiasan kulkas) yang digososokkan dalam waktu yang cukup lama. Ternyata kartu ATM menjadi tidak dapat digunakan. Peristiwa yang kita lakukan ini disebut juga dengan demagnetization.

Jadi, dapat saya simpulkan bahwa memang magnet dapat merusak atau menghapus data informasi dari kartu ATM kita, namun dengan catatan bahwa kuatnya daya magnet tidak cukup mempengaruhi, akan tetapi lamanya pemaparan magnet pada kartu yang mempengaruhi.

Q: Kenapa tidak menggunakan chip saja? bukannya sudah lebih aman?

A: Bank Indonesia telah mengeluarkan aturan yaitu Surat Edaran No. 13/22/DASP/2011 tentang Implementasi Teknologi Chip dan Penggunaan Personal Identification Number (PIN) pada Kartu Anjungan Tunai Mandiri (ATM) dan Debit. Sesuai aturan tersebut, bank-bank penyelenggara kartu ATM/debit diwajibkan untuk melakukan migrasi kartu pita magnetik ke chip. Keluarnya aturan mengenai kewajiban penggunaan chip dan PIN tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengamanan transaksi kartu ATM/debit dikarenakan pita magnetik tidak lagi aman digunakan sebagai media penyimpan data nasabah dan data transaksi pada kartu ATM/debit.

Pelaku kejahatan memanfaatkan skimmer untuk mencuri data pada kartu asli dengan cara menempatkan skimmer pada ATM atau Electronic Data Capture (EDC). Hasil data curian tersebut kemudian digunakan untuk membuat kartu palsu yang identik dengan fungsi yang sama persis dengan kartu asli. Selain mencuri data yang ada pada pita magnetik, pelaku kejahatan biasanya juga melakukan pencurian PIN melalui kamera tersembunyi atau alat perekam PIN saat nasabah memasukan PIN di ATM atau EDC. Dengan kartu palsu yang identik dan PIN curian tersebut maka pelaku kejahatan dapat leluasa menguras uang nasabah melalui ATM. Namun demikian. apabila telah mengganti kartu chip hal tersebut tetap tidak dapat menjamin 100% keamanan kartu ATM/debit. Bagaimanapun kunci utama keamanan kartu ATM/debit tetap berada di tangan pemilik kartu ATM/debit. Teknologi chip dan PIN secanggih apapun tidak akan berarti apabila pemilik kartu tidak berhati-hati dalam menggunakannya, misalnya memberitahukan PIN kepada orang lain. Apabila itu terjadi maka kartu ATM/debit dengan chip tetap dapat dibobol dengan cara melakukan pencurian terhadap kartu yang sudah diketahui PIN-nya.(RR/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password