breaking news New

Sengketa Pilkades Desa Rai, Deno Minta Warga Hargai Prosedur Penyelesaian Sengketa

RUTENG, Kabarnusantara.net- Sekelompok warga Desa Rai, Kecamatan Ruteng, Kabupaten Manggarai, Propinsi NTT menyampaikan ketidakpuasan mereka terhadap proses Pilkades Desa Rai kepada Bupati Manggarai di Ruteng, Senin, 7 November 2016.

Perwakilan warga, Romanus Ganggus kepada Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus,SH,MH, mengatakan ketidakpuasan dari Calon Kepala Desa Nomor Urut 3, Adrianus Sunarto didasarkan atas ditemukannya dua orang pemilih yang bukan warga setempat namun ikut serta dalam pencoblosan. Sementara kuat dugaan kedua warga tersebut adalah warga Kabupaten Manggarai Barat.

Menjawab itu, Bupati Manggarai, Dr.Deno Kamelus,SH,MH mengatakan Pilkades telah berlangsung pada tanggal 1 November yang lalu dan Panitia Pemilihan Kepala Desa diberi kewenangan menyelesaikan sengketa Pilkades dalam waktu satu Minggu dari hari pemungutan suara.

“Jika tidak selesai di tingkatan panitia Pilkades Desa Rai, maka selanjutnya masalah tersebut diserahkan penyelesaiannya ke Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Rai. BPD diberi tenggat waktu satu minggu untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jika masalahnya tidak dapat diselesaikan di tingkat BPD, baru masalah tersebut diserahkan ke Panitia Pilkades serentak tingkat Kabupaten Manggarai untuk kemudian diteruskan ke Bupati. Seperti itu mekanismenya,” terang Bupati Deno yang juga pakar hukum Universitas Nusa Cendana Kupang.

Menurut Bupati Deno, proses penyelesaian masalah ini belum dapat ditangani oleh pihaknya.

“Mari kita hargai mekanisme dan prosedur penyelesaian masalah secara bertahap di tingkatan panitia. Oleh karena itu, berikanlah kesempatan kepada panitia dan aparatur yang ada untuk menyelesaikan masalah itu,” ujarnya.

Pengaduan warga sah-sah saja, namun dirinya berharap agar para pihak menghargai mekanisme dan mengikuti prosedur yang ada. Dan pada ujungnya, masalah itu akan diselesaikan oleh Bupati.

“Saya tidak mungkin mengambil alih tugas-tugas dari panitia pemilihan di tingkatan desa. Mengambil alih tugas BPD dan mengambil alih tugas panitia di tingkatan Kabupaten. Jika saya mengambil alih, itu artinya saya melanggar aturan,” ujarnya.

Namun, ujar Deno, jika ada hal-hal tertentu yang ditemukan masalahnya sejak awal, dirinya bisa memutuskan bahwa proses pemilihan dihentikan.

Dicontohkannya, ketika terjadi keributan pada pemilihan Kepala Desa Pong Umpu, Kecamatan Lelak, panitia memutuskan bahwa proses pemilihan dilanjutkan pada tanggal 2 November.

Namun Bupati Deno menegaskan bahwa proses pemilihan kepala desa tidak bisa dilakukan pada tanggal 2 November.

“Dari mana dasar hukumnya kamu bisa melangsungkan pemilihan pada tanggal 2 November. Di dalam Peraturan Bupati itu, pemilihan dilakukan secara serentak di 42 desa pada tanggal 1 November. Diluar tanggal itu tidak ada Pemilihan Kepala Desa. Kalau kamu melakukan pemilihan tanggal 2 November, semua proses itu tidak sah,” tegasnya.

Perda kita juga, terang Deno, tidak mengatur mengenai force majeur atau keadaan memaksa. Misalnya terjadi kerusuhan atau bencana alam.

Deno pun berharap semua pihak tetap menjaga situasi dan kondisi kehidupan warga agar tetap aman, damai dan tanpa pertikaian.

Ada pun perolehan suara ketiga Calon Kepala Desa di Desa Rai yaitu: calon nomor urut 1 Fidelis Genggong memperoleh suara terbanyak dengan perolehan 540 suara, calon nomor urut 2, Marselina Yustina Mekar dengan perolehan 48 suara, dan calon nomor urut 3, Adrianus Sunarto meraih 538 suara.

Hadir pula pada kesempatan itu, Ketua Panitia Pilkades serentak tingkat Kabupaten Manggarai, Marten Jekaut, Sekretaris BPMPD Kabupaten Manggarai, Yosef Jehalut, Camat Ruteng, Adrianus Kejuru, dan Kabag Humas, Siprianus Jamun.(Alfan Manah/Hip/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password