breaking news New

Kemenangan Trump Guncangkan Pasar Keuangan Dunia

Kabarnusantara.net – Perdagangan valuta asing di Tokyo, Jepang, Rabu (9/11/2016). Pasar keuangan global tak turut riuh menyambut kemenangan Donald J. Trump dalam pertarungan merebut posisi Gedung Putih, Amerika Serikat. 

Kepanikan terjadi. Investor yang semula menduga Hillary Clinton akan lolos, berbalik arah. Forbes melaporkan, indeks Dow Jones Industrial Average jatuh 792 poin, atau lebih dari 5,1 persen. Saat pembukaan perdagangan, indeks perdagangan saham London, Inggris, jatuh lebih dari 4,3 persen.

Indeks perdagangan Asia terbilang paling berduka. Indeks Hang Seng, Hongkong, merosot 2,97 persen, indeks South Korean Kospi jatuh 3,4 persen, dan indeks Japanese Nikkei 225 jatuh 4,7 persen. Begitu pula indeks di Australia dan Selandia Baru yang turut jatuh dalam poin yang tidak jauh berbeda dari kondisi di negara lainnya.

Pergerakan saham-saham di negara Asia

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), dilihat dari Bloomberg Market, sempat jatuh 132 poin dari pembukaan di level 5,478 pada sekitar pukul 12.00 WIB, namun berhasil menguat kembali ke posisi 5,410 pada penutupan perdagangan hari ini.

Pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta

Begitu pula dengan mata uang Garuda. Pada pukul yang sama dengan jatuhnya IHSG, Rupiah sempat menyentuh level tertingginya di 13.252 dari pembukaan pagi di level 13.055. Namun kemudian kembali menunjukkan keperkasaannya dengan bergerak ke level 13.112 pada sekitar pukul 15.00 WIB.

Nilai tukar Peso Meksiko turun 12 persen ke kisaran USD20, mengukir sejarah pertamanya. Meksiko memang tercatat sebagai negara yang paling merasakan dampak negatif kemenangan calon Republik ini, seiring dengan kebijakannya yang akan membangun tembok pemisah di negara Latin itu. 

Mata uang Yen Jepang menguat 3,9 persen, terbesar sejak gerakan British Exit (Brexit). Sementara Euro dan Franc Swiss naik 2 persen seiring melemahnya nilai tukar dolar AS.

Nilai tukar mata uang Eropa dan Asia terhadap dolar AS

Analis keuangan Schroder Investment Management, Rajeev De Mello, menyebut dampak ekonomi pada pemilu AS lebih besar dari Brexit dalam hal ketidakpastian terkait kebijakan perdagangan. “Negara berkembang terkena dampak proteksionisme dan kebijakan tarif semakin meningkat,” ujarnya dalam Bloomberg. 

Dari ketidakpastian pasar tersebut, investor pun mulai mencari tempat menyimpan uang yang lebih aman alias safe haven. Dan pilihannya pun jatuh ke emas, yang pergerakannya sudah terlihat menanjak sejak pagi tadi. 

Harga emas di pasar spot naik hingga 4,09 persen atau setara 52,14 poin ke level USD1.327 per troy ounces. Selain itu para investor juga melarikan dananya ke obligasi pemerintah.

Sektor minyak dan gas juga jatuh tajam ketika investor ragu akan kebijakan perdagangan terbaru yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi global. 

Salah satu kebijakan Trump yang akan menerapkan tarif tinggi untuk barang-barang impor dari Tiongkok juga menimbulkan kecemasan di antara para pemimpin di Beijing. “Kepresidenan Trump mengartikan pelemahan dolar, dan semakin memungkinkan The Fed untuk menunda menaikkan suku bunganya pada Desember,” ujar Julian Evans-Pritchard, ekonom Tiongkok di Capital Economics dalam lansiran New York Times. 

Di sisi lain, kemenangan Trump bisa juga menguntungkan Tiongkok dengan mengurangi tekanan pada mata uangnya yang menyentuh level terendahnya dalam enam tahun terakhir ini. 

Dalam kampanyenya, Trump acap kali menuding Tiongkok sebagai tokoh utama yang membuat mata uangnya melemah. Namun menurut Julian, tudingan ini tidaklah benar. Sebab, bank sentral Tiongkok, the People’s Bank of China (PBoC), telah menginvestasikan ratusan miliar dolar AS simpanan negaranya untuk menahan Renmimbi dari pelemahan. 

Julian pun menyebut kemenangan Trump dan pelemahan dolar AS juga akan membuat tekanan yang cukup keras bagi bank sentral Tiongkok. 

Umum diketahui, kebijakan ekonomi Trump yang paling kental adalah memangkas pajak perusahaan dari 35 persen menjadi 15 persen. Pesohor opera sabun ini juga akan memangkas pajak penghasilan ke dalam tiga golongan: 12, 25, dan 33 persen, dengan suku bunga 0 persen untuk sebagian besar lainnya. 

Trump juga berencana memotong biaya perawatan ana, terutama untuk ibu atau ayah rumah tangga. Trump juga sempat berjanji untuk memangkas aturan-aturan yang menyulitkan pekerja dan akan melakukan reformasi masif dalam perpajakan.(RR/KbN)

2 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password