breaking news New

RAPBD 2017 Bermasalah, Ini Jawaban Pemerintah Manggarai 

Ruteng, Kabarnusantara.net –Pemerintah Kabupaten Manggarai Nusa Tenggara Timur menyesuaikan Pagu RAPBD 2017 sebesar Rp 139.305.600.950 dari Pagu Kebijakan Umum Anggaran (KUA) Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) sebesar Rp 1.256.454.228.219. Hal itu dilakukan pemerintah setelah adanya publikasi Dirjend Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, Kementerian Keuangan Republik Indonesia tentang riil dana transfer ke daerah.
Demikian disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Manggarai Manseltus Mitak, kepada sejumlah awak media di ruangan kerjanya di Ruteng, Sabtu, 19/11/2016.

“Jadi saya luruskan yah. Supaya teman-teman wartawan juga ikut. Pada saat kami ajukan KUAPPAS dengan asumsi sesuai dengan praktek peyusunan anggaran selama ini, kita selalu berasumsi kenaikan DAU dan DAK itu berkisar antara 10 sampai 15%. Dan di tahun 2017, asumsi kita, DAK naik sebesar 15%. Namun kenyataannya diluar asumsi kita,” ujar Sekda Mitak yang didampingi Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah, Willy Ganggut.

Diakui Sekda Mitak, pihaknya telah lebih dahulu menetapkan KUA PPAS, karena kalau menunggu pengumuman resmi dari pusat, maka dapat dipastikan jadwal penyusunan pengajuan KUA PPAS tidak lagi sesuai time schedule yang diatur secara nasional.

“Ini berjalan, pada saat kita ajukan KUA PPAS, muncul lagi kendala perubahan organisasi. Mau tidak mau kita tunda, karena Kebijakan Umum Anggaran itu harus ada rumahnya yaitu organisasi Pemerintahan Daerah. Setelah perubahan organisasi ditetapkan dengan Perda yang baru, terus kita lanjutkan pembahasan KUA PPAS dengan Banggar. Dan disepakatilah KUA PPAS dengan total Pagu 1 Triliun 256 miliar lebih itu,” ujarnya.

Setelah KUA PPAS disepakati, lanjutnya, keluarlah publikasi Dirjend Perimbangan Keuangan Pusat dan Daerah, dan seluruh proyeksi dan asumsi pihaknya tidak lagi sesuai.

“Jadi dana DAK tidak sesuai asumsi, DAU juga begitu, sementara KUAPPAS sudah kami tanda tangani,” terang Mitak.

Ditambahkannya, di dalam pengantar nota keuangan Pemerintah Daerah, Pagu yang dimasukan telah disesuaikan dengan Publikasi Dirjend Keuangan Pusat dan Daerah. Sehingga dimasukan dalam naskah RAPBD 2017 sebesar Rp 1 Triliun 117 miliar lebih itu.

“Dan itu riil hasil dana transfer pusat ke daerah di tahun 2017. Dikurangi Pagunya dari Rp 1.256.454.228.219 triliun rupiah menjadi Rp 1.117.148.627.269. Penyesuaiannya sebesar Rp 139.305.600.950 miliyar rupiah” terang Sekda Mitak.

Selain itu kata Sekda Setus, perubahan prediksi RAPBD 2017 juga dipicu beberapa hal yang terjadi ditingkat lokal selepas penetapan KUA PPAS yakni adanya perubahan organisasi perangkat daerah, perubahan asumsi pendapatan serta kekurangan Pagu.

Namun selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TPAD), ia optimis Pagu perubahan yang sudah dikirim ke lembaga DPRD tidak berpengaruh signifikan karena masih ada proses penggodokan ditingkat komisi sebelum APBD 2017 ditetapkan.

“Di sana akan kita sinkronkan lagi dengan skala keutamaan kebutuhan, termasuk aspirasi DPRD yang prioritas. Memang ada perubahan plotingan kegiatan yang sudah kita buat sebelumnya. Saya harap semua pihak terima ini,” Ungkapnya.
Disaat yang sama Sekda Mitak mengaku telah menerima surat keberatan dari DPRD terkait pengurangan Pagu Indikatif itu.

“Surat keberatan yang dilayangkan DPRD sudah saya terima dua jam lalu dan kita sedang proses surat balasanya. Prinsipnya pemerintah dan DPRD membahas Pagu indikatif terbaru dengan alasan-alasan tadi,” pungkas Mitak.

Sebelumnya, DPRD Manggarai menilai Pemerintah arogan dengan tidak diakomodirnya pokok pikiran DPRD dalam naskah RAPBD 2017.
Kisruh tidak dimasukannya pokok pikiran DPRD itu berimbas pada  molornya pembahasan RAPBD 2017 selama tiga hari di tingkat Komisi DPRD. Sidang yang digelar Kamis (17/11) tidak dapat diteruskan dengan alasan item APBD tidak lengkap. Rapat disambung ke hari Jumat (18/11), namun DPRD membatalkanya, padahal seluruh SKPD stand by sejak Jumat pagi pukul 09.00 WITA hingga akhirnya bubar pada pukul 11.30 Wita. Rapat yang sedianya berlangsung pada hari Sabtu (19/11) pun kembali digeser. (Alfan/Hip/KbN)

0 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password