breaking news New

Senator NTT : Pemecah-belah Bangsa Adalah Pengkianat

Ruteng, kabarnusantara.net – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dari Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) Adrianus Garu mengemukakan pihak-pihak yang ingin memecah-belah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) seperti yang terjadi saat ini adalah para pengkhianat. Mereka tidak menghormati apa yang telah diperjuangkan para pahlawan bangsa sebelum-sebelumnya.

“Para pendahulu kita sudah berjuang susah payah agar negara ini merdeka. Mereka mengorbankan jiwa dan raga. Sekarang kita lihat ada yang mau pecahbelah bangsa ini. Kan pengkianat namanya,” kata Andre, sapaan akrab Adrianus Garu dalam Sosialisasi Empat Pilar di kota Ruteng, kabupaten Manggarai, NTT, Jumat (25/11).

Andre menjelaskan sejak berdirinya bangsa ini, para pendahulu sangat menghormati dan menghargai keberagaman atau kebhinekaan. Kebhinekaan adalah fakta yang dipakai sebagai ‘jembatan’ atau penghubung untuk saling melengkapi, bukan sesuatu yang dipertentangkan seperti sekarang.  

Senator yang duduk di Komite IV bidang Perbankan, Keuangan dan APBN mengaku miris dan sedih melihat kondisi sekarang. Hanya untuk meraih kepentingan sesaat seperti kemenangan Pilkada, persatuan bangsa dikorbankan. Permusuhan dan kebencian terhadap ‘yang berbeda’ ditaburkan. Akibatnya, masyarakat lalu terbelah dan nyaris berhadap-hadapan.

“Buat saya, cara-cara politik seperti ini adalah pengkianat. Mereka tidak memberikan pelajaran bagi generasi muda untuk merawat bangsa ini dalam semangat perbedaan. Tetapi menjadikan perbedaan sebagai alat politik. Kalau praktik seperti ini terus dilakukan, bisa bubar NKRI ini,” tutur mantan anggota DPRD Kabupaten Manggarai ini.

Dia berharap politik yang menggunakan isu identitas ini bisa berakhir. Masih banyak isu lain yang bisa dipakai agar bisa terpilih saat pilkada atau pemilu.

Dia juga mendukung kebijakan Sosialisasi Empat Pilar yang dilakukan MPR. Program itu diharapkan semakin menumbuhkan nilai-nilai empat pilar bangsa ini yaitu Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhineka Tunggal Ika. (Mar/Hip/KbN)

184 Comments

Leave a Comment

Login

Welcome! Login in to your account

Remember me Lost your password?

Lost Password